Pelajar SD Islam Sultan Agung 2 Semarang Ini Ikuti Lomba Peragaan Busana Daur Ulang
Selama ini sampah dianggap sebagai sesuatu yang buruk, sumber masalah, sumber penyakit, dan dibenci masyarakat.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menyambut tahun baru Islam 1439 H, SD Islam Sultan Agung 2 Semarang menggelar lomba fashion show memanfaatkan barang bekas atau daur ulang.
Ada pula karnaval yang diikuti seluruh siswa, guru, dan orangtua siswa.
Rute arak-arakan ini dari Jalan Bedas Kebon-Jalan Dorang-Jalan Petek di Dadapsari, Semarang Utara.
Kepala Sekolah Mat Umar mengatakan, kegiatan bertema The Spirit Of Hijrah 1439 H itu bertujuan mengingatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar mengenai keberadaan tahun baru Islam.
“Kami juga mengajak warga sekolah, orangtua siswa, dan masyarakat memahami makna hijrah, yakni pindah dari hal-hal negatif ke yang positif, dari buruk ke baik, dan dari yang membawa masalah menuju hal-hal yang bermanfaat,” papar Mat Umar dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Rabu (27/9/2017).
Ketua panitia kegiatan, Hisyam, menyatakan lomba peragaan busana dengan baju dari barang bekas atau sampah memiliki makna mendalam.
Selama ini sampah dianggap sebagai sesuatu yang buruk, sumber masalah, sumber penyakit, dan dibenci masyarakat.
Ternyata dengan niat baik untuk mengubahnya melalui kreativitas, akan menjadi produk yang indah, menarik, dan bermanfaat.
"Nilai filosofisnya, sifat-sifat buruk di diri kita bisa diubah bila ada niat baik dan usaha sungguh-sungguh untuk mengubahnya. Tentu harus melalui ikhtiar yang ikhlas. Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada sesama manusia,” ucap Hisyam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sdi-sultan-agung-2-semarang_20170928_021252.jpg)