Keluhan Pemilik UMKM: Daftarkan Merek Dagang, Selama Empat Tahun Tak Ada Kejelasan

Sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengeluhkan lamanya proses untuk mendapatkan hak atas merek dagang yang terdaftar

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sejumlah pekerja Trasty Batik tengah memproduksi tas untuk seminar kit, di Semarang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengeluhkan lamanya proses untuk mendapatkan hak atas merek dagang yang terdaftar.

Bahkan ada UMKM yang sudah empat tahun, tidak ada kejelasan atas merek yang sudah didaftarkan tersebut.

Owner Trasty Batik, Natalia Sari mengatakan, sudah mendaftarkan merek dagang 'Trasty' pada 2013 yang lalu ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan pengajuan merek dagang tersebut sudah disetujui, masih proses, atau ditolak.

"Saya sudah empat tahun ini mengajukan merek ini, tapi sampai sekarang terkatung-katung tidak ada kejelasan," jelasnya, Jumat (29/9/2017).

Naneth sapaannya, meski merek itu tidak mempengaruhi terhadap sisi produksi yang bisa terus berjalan.

Dia khawatir, jika ada pelaku usaha di luar sana yang sudah menggunakan merek 'Trasty'‎ akan terjadi sengketa.

"Khawatirnya itu bisa mengganggu di kemudian hari, meskipun saya yang menggunakan merek itu terlebih dahulu," ujar dia.

Dia beharap, merek dagang yang sudah terdaftar itu bisa ‎membuat lega pelaku usaha yang tengah mempopulerkan merek dagang dari produknya.

‎Instansi terkait pun, kata dia, bisa memberikan penjelasan kepada pendaftar yang ditolak atau masih dalam proses.

"Kalau memang ditolak, saya diberitahu. Karena sampai sekarang empat tahun ini seolah dibiarkan saja," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved