Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LARUNG SESAJI, Sampai di Tengah Laut Gempolsewu Yatmi Cuci Muka Biar Awet Muda

Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017).

Penulis: dini | Editor: iswidodo
tribunjateng/dini
Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017).

Mereka berbondong-bondong menaiki perahu yang dihias untuk menyaksikan tradisi larung sesaji di tengah laut.

Warga Weleri, Supriyatmi (35) sengaja datang ke muara sejak pukul 06.00 pagi. Dia bersama anak dan suami ingin melihat dari dekat tradisi yang diadakan tiap tahun ini.

"Sampai tengah laut saya ingin cuci muka biar awet muda juga lancar rezkinya, " ungkapnya.

Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017).
Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017). (tribunjateng/dini)

Sementara itu, sesaji yang berisi aneka jajan pasar, kaki, ekor dan kepala sapi diletakkan di miniatur kapal.

Sebelum melarung sesaji, tokoh agama bacakan doa agar hasil tangkapan nelayan melimpah.

Prosesi larung sesaji melibatkan ratusan perahu. Perahu-perahu itu seolah berlomba mengitari perahu kertas isi sesaji yang dilarung ke laut lepas.

Sejumlah nelayan mengambil air laut, dan diguyurkan ke perahu masing-masing berharap keselamatan dan lebih berkah.

Kepala Desa Gempolsewu Heri Mardiyanto mengatakan larung sesaji dalam acara sedekah laut merupakan tradisi sebagai ungkapan rasa syukur nelayan atas rezki yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu juga untuk nguri-nguri budaya jawa pada generasi muda. "Jangan sampai tradisi turun temurun ini hilang begitu saja," ucapnya (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved