Petani Ini Senang Bisa Panen Padi Tahan Air Asin di Brangsong
Slamet Raharjo (40) kini bisa tersenyum puas. Petani padi di Dukuh Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong ini bisa memanen padi tahun ini.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Slamet Raharjo (40) kini bisa tersenyum puas. Petani padi di Dukuh Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong ini bisa memanen padi tahun ini.
Pasalnya, lahan sawah miliknya seluas setengah hektar bisa ditanami padi kendati memiliki kadar garam yang tinggi.
"Dulu pernah coba tanam padi tetapi selalu rugi karena hasilnya jelek, jadi saya biarkan saja lahannya, tetapi setelah ditanami padi varietas unggulan ini hasilnya bagus," ujarnya, Jumat (29/9/2017).
Kini, Slamet dan petani padi di daerah pesisir Kabupaten Kendal bisa bernafas lega.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menemukan varietas padi baru yang bisa tumbuh di lahan yang mempunyai kadar garam tinggi.
Petugas dari BPTP, Karyaningsih, menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mencoba padi varietas baru ini di 65 hektar sawah di Desa Turunrejo dan Desa Purwokerto Brangsong.
"Hasilnya, dalam satu hektare sawah bisa panen tujuh sampai sembilan ton padi," ungkapnya.
Menurutnya varietas padi berjenis impari 35 ini bisa ditanam di daerah pesisir pantai dengan jarak dari laut sekitar 500 meter.
"Semoga pengembangan varietas tahan air asin ini jadi solusi pada lahan pertanian di pesisir," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/panen-padi-di-pesisir-pantai-di-dukuh-krayapan-desa-purwokerto-kecamatan-brangsong_20170929_173345.jpg)