Kecelakaan Lalulintas
MERINDING Dengar Cerita Mistis di Perlintasan Kereta Api baru saja Renggut Dua Nyawa
MERINDING Dengar Cerita Keanehan di Perlintasan Kereta Api baru saja Renggut Dua Nyawa di kawasan Bogem, Tlogosari Wetan
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: iswidodo
Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia seketika setelah terlindas dan terseret KA Agro Anggrek di perlintasan tidak resmi kawasan Bogem, Tlogosari Wetan, Minggu 1 Oktober 2017, siang.
Dua pria itu berboncengan menggunakan sepeda motor matik. Saat akan melintas di perlintasan tersebut, Umar sukarelawan di perlintasan itu sudah berteriak memberitahu bahwa akan ada kereta api sebentar lagi lewat. "Awas sepur liwat... awas sepur liwat," teriak Umar sekeras-kerasnya namun seolah tak terdengar oleh pengendara tersebut.
Dan akhirnya pemotor itu nekat melintasi rel kereta api dan pada saat bersamaan datang KA Argo Anggrek melaju, Minggu (1/10/2017) sekitar pukul 11.00 wib. Tubuh pria itu terpental dan terseret 100an meter dari lokasi kejadian. Dua pemotor itu tewas seketika di tempat.
Jenazah kedua pengendara dalam kondisi sangat mengenaskan. Kemudian teridentifikasi sebagai HM Maksum, warga Surodadi RT 3 RW 2, Sayung, Demak. Dan satu lagi Ashadi masih kerabat Maksum. Mbah Maksum adalah mantan kepala desa, dan dikenal sebagai low profile.
Umar seorang saksi menuturkan kedua korban mengendarai motor berboncengan. Namun saat hendak melintas perlintasan ia berteriak. Pengendara tersebut seolah tidak mendengar teriakan Umar.
Lihat kejadian mengenaskan di depan matanya, ia langsung syok. Kepalanya pusing dan badan lemas.
Mochibin seorang saksi lain menuturkan, ia tak menyangka pengendara motor tersebut tertabrak. Pasalnya, ia melihat kendaraan tersebut sudah akan melintas rel tersebut.
"Saya pikir mereka sudah lewat, ternyata tetabrak," ujarnya.
Mochibin bilang baru kali ini ada korban meninggal dunia tertabrak kereta di perlintasan tersebut.
Dia menuturkan, sehari sebelum kejadian, para warga melihat sungai di dekat situ penuh dengan ikan. Warga sekitar ramai-ramai ambil ikan, bahkan ada yang mendapatkan satu ember ikan dan kepiting.
Menurut penuturan Mochibin, saat ini sedang ada proyek, dan pengerukan sungai. Mungkin ada penghuni lain di alam gaib yang terganggu.
Kemudian ia mengaitkan kejadian itu dengan proyek tersebut. Dia mengira penghuni alam gaib marah karena merasa terganggu. "Katanya orang yang tertabrak adalah juragan kepiting. Dia juga bawa uang segepok," kata Mochibin. Dia berpesan kepada pengendara untuk tetap waspada saat melintas di perlintasan ini. Tetap lihat kiri kanan dan jangan terburu-buru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perlintasan-tidak-resmi-kawasan-bogem-tlogosari-wetan_20171001_174225.jpg)