Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Singapura ini Lari ke Kendal karena Dianiaya Keluarga

Namun sayang, Durga tidak tahu ke mana arah dan tujuan. Dia juga tidak mempunyai uang

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Durga Devi Kandasami (26) bersama Titin Sumarni (44) di rumahnya Kelurahan Bandengan Rt.02 Rw.02 Kecamatan Kendal, Senin (2/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Seorang warga berkebangsaan Singapura, Durga Devi Kandasami (26) terpaksa tinggal di Indonesia tepatnya di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal setelah dianiaya keluarganya di Malaysia.

Durga menceritakan dia sering dipukuli dan dianiaya sepupunya saat tinggal di Malaysia.

Uang hasil kerja keras sebagai buruh serabutan selalu diambil paksa. Jika uang habis, Durga pun harus merasakan pukulan saudara sepupu tersebut.

Tidak tahan, wanita keturunan India ini lari pada Jumat (12/5/2017)

"Saya tidak tahan lagi karena dipaksa bekerja dan saudara hanya mau uang saya, hampir tiap hari saya dipukul," ceritanya, Senin (02/10/2017).

Namun sayang, Durga tidak tahu ke mana arah dan tujuan. Dia juga tidak mempunyai uang.

Durga hanya bisa menangis meratapi nasibnya di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau

Beruntung, Durga bertemu dengan Titin Sumarni (44) yang mau pulang ke Indonesia saat itu.

Titin mengungkapkan saat itu dia melihat Durga di pinggi pintu masuk keluar Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sambil menangis.

Penasaran warga Kelurahan Bandengan ini menanyakan kondisi Durga saat itu.

Setelah mendengarkan cerita Durga, Titin merasa iba dan menawarkan Durga agar ikut dia pulang ke Indonesia.

"Saya kasihan lihat dia nangis gak tahu mau ke mana jadi saya tawari tinggal di rumah untuk sementara, " papar mantan TKW ini.

Titin sudah menggangap Durga sebagai saudara sendiri. Selama lima bulan tinggal di rumahnya, Durga menunjukkan perilaku yang baik dan tidak pernah ke luar dari wilayah Bandengan

"Anaknya mudah sosialisasi dan suka bermain dengan anak kecil, " paparnya

Kendati demikian, Titin sering melihat Durga menangis karena rindu Ibunya yang tinggal di Singapura. Namun sayang, Durga tidak ada biaya untuk pulang.

"Jika pemerintah mau bantu memulangkan jangan dipulangkan ke saudara sepupunya nanti dipukul lagi dia, " harapnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved