Kredit Macet di BKK Pringsurat Temanggung Capai Rp 37 Miliar, DPRD Jateng Minta Pengusutan Hukum

DPRD Jawa Tengah mendesak pihak terkait mengusut tuntas temuan kredit macet hingga 90 persen di BKK Pringsurat Temanggung.

Kredit Macet di BKK Pringsurat Temanggung Capai Rp 37 Miliar, DPRD Jateng Minta Pengusutan Hukum
fromdebttomillionaire.com/dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi utang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Jawa Tengah mendesak pihak terkait mengusut tuntas temuan kredit macet hingga 90 persen di Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, pengusutan harus dilakukan secara hukum karena penyimpangan yang ada sudah tak bisa ditoleransi.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, ini uang rakyat. Kasus ini harus diusut tuntas secara hukum biar jelas siapa saja yang terlibat," ungkap Rukma Setyabudi di Semarang, seusai melakukan kunjungan kerja ke BKK Pringsurat, Selasa (3/10/2017).

Diungkapkannya, berdasarkan data yang diberikan pihak BKK Pringsurat, total aset pada bulan Agustus 2017 sebesar Rp 85,376 miliar. Sementara, total kreditnya pada bulan yang sama sebesar Rp 107,311 miliar.

"Dari data itu saja kelihatan tidak benar, masa nilai kreditnya lebih besar dari nilai asetnya," katanya.

(Baca: GEGER Kredit Macet di BKK Pringsurat Mencapai 90 Persen, Ada Apa Ini?)

Pihaknya segera memanggil pihak terkait, terutama pemegang saham, yakni Biro Perekonomian Pemprov Jateng, Dewan Pengawas, direksi, serta pihak lain.

Dijelaskan Rukma, laporan-laporan yang diberikan pihak BKK terlihat sangat sistematis namun tidak masuk akal. Tapi, ini berlangsung dalam kurun waktu cukup lama dan baru terbongkar pada April 2017.

"Nggak mungkinlah Tahun 2016 masih untung, Januari 2017 dilaporkan rugi Rp 3,7 miliar, kok bisa bulan Agustus 2017 ruginya mencapai 37 miliar, itu nggak mungkin," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved