Sungai Prukut Keruh Lagi, Pemuda Pancasila Cilongok Tuntut Pelaksana Proyek Berhenti Operasi

Menurut Teguh, keruhnya kembali air sungai Prukut ini membuktikan, pengelola PT SAE telah mengabaikan komitmennya sendiri

Sungai Prukut Keruh Lagi, Pemuda Pancasila Cilongok Tuntut Pelaksana Proyek Berhenti Operasi
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
aktivitas proyek PT SAE untuk pengembangan PLTPB Baturraden di lereng gunung Slamet. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Cilongok mendesak pemerintah untuk menghentikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden di lereng gunung Slamet Banyumas.

Pernyataan itu disampaikan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Cilongok Cipto Teguh Wibowo menyusul kondisi air sungai Prukut yang kembali keruh beberapa hari terakhir ini.

Pihaknya saat ini tengah berkonsolidasi dengan enam pemerintah desa terdampak meliputi, desa Karanglo, Kalisari, Karangtengah, Panembangan, Gununglurah dan Sambirata untuk membubuhkan tanda tangan bersama menolak proyek itu.

"Setelah ditandatangani bersama, nanti kami sampaikan ke Bupati Banyumas dan Gubernur Jawa Tengah agar aspirasi itu ditindaklanjuti,"katanya, Selasa (3/10)

Menurut Teguh, keruhnya kembali air sungai Prukut ini membuktikan, pengelola PT SAE telah mengabaikan komitmennya sendiri untuk memininalisir dampak kerugian bagi warga terhadap proyek yang mereka kelola.

Sebagian masyarakat di lereng gunung Slamet kecamatan Cilongok Banyumas mengeluhkan mata air Prukut yang kembali keruh akhir-akhir ini.
Sebagian masyarakat di lereng gunung Slamet kecamatan Cilongok Banyumas mengeluhkan mata air Prukut yang kembali keruh akhir-akhir ini. (tribunjateng/khoirul muzaki)

Alih-alih memperbaiki metode pengerjaan agar tak lagi mencemari mata air, PT SAE dinilainya kembali melakukan keteledoran dalam penanganan sedimen lumpur proyek.

"Guguran tanah yang seharusnya diangkut menggunakan dump truck, malah didorong ke tepi jurang yang di bawahnya mengalir mata air,"katanya

Saat air sungai keruh, kata Teguh, sejumlah anggota PP naik ke lokasi proyek PLTP di puncak bukit untuk mencari musabab bencana itu.

PT SAE dinilai Teguh kurang memerhatikan kekuatan penahan lumpur agar tak mencemari mata air di bawah bukit.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved