Dalam Perjalanan Singapura - Korea, Dokter Bedah Ini Mantap Putuskan Mengoleksi Keris. Ini Kisahnya

Ratusan keris terpajang rapi di sebuah rumah di Jalan Waru Timur Raya nomor 12, Pedalangan, Banyumanik

Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Bakti Buwono
Dokter Darwito saat memperlihatkan koleksi kerisnya di rumahnya, belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan keris terpajang rapi di sebuah rumah di Jalan Waru Timur Raya nomor 12, Pedalangan, Banyumanik.

Sore itu, sang pemilik keris mengeluarkan satu per satu koleksinya untuk dijamas.

Pria itu bernama dr Darwito. Seorang ahli bedah dari RSUP dr Kariadi yang juga Direktur Medik.

"Engga pakai ritual-ritualan, cuma dibersihkan pakai minyak saja," kata pria berkumis itu pada Tribunjateng.com, belum lama ini.

Ia menjamas kerisnya di pendopo belakang rumah.

Letaknya, tepat di depan bangunan untuk menyimpan koleksi kerisnya yang mencapai 450 buah.

Ada yang berasal dari zaman Majapahit hingga keris zaman kemerdekaan.

Koleksi kerisnya berasal dari seluruh wilayah Nusantara.

Sembari menjamas, Darwito mengungkapkan kecintaannya pada keris bermula dadi sang ayah.

Ayahnya juga merupakan kolektor keris, namun koleksinya hanya sekitar 20 buah.

"Ya sejak kecil suka keris,tapi benar-benar tertarik itu pas SMA. Tapi karena belum punya uang ya cuma suka-suka saja," ujarnya.

Darwito mulai berani membeli keris ketika mulai bekerja di sebuah puskesmas di Karanganyar pada 1989.

Ketika itu, ia bertemu dengan pedagang keris sekaligus pembuat warangka bernama Wuryanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved