Khafid Sirotudin: NU dan Muhammadiyah Mampu Usung Calon Gubernur Independen di Pilkada Jateng
Jumlah anggota dia taksir ketika digabungkan mencapai 7.000 orang sehingga mampu mengusung calon gubernur independen.
Penulis: raka f pujangga | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meski bukan partai politik, "Numu" yang disematkan sebagai istilah bagi gabungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah diyakini mampu mengusung calon gubernur dari kalangan independen dalam Pilkada Jateng.
Gagasan tersebut dilontarkan Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah, Khafid Sirotudin, di sela-sela pembentukan Paguyuban Akuntan Muda (PAM) Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, Rabu (4/10/2017).
"Kami bicara ini soal how (bagaimana), calon gubernur independen bisa diusung Numu, gabungan dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Tapi kami belum bicara who (siapa yang diusung)," ujar Khafid.
Dia menyatakan tengah menjajaki PWNU Jawa Tengah untuk membuat acara bersama PWM Jateng.
Jumlah anggota dia taksir ketika digabungkan mencapai 7.000 orang sehingga mampu mengusung calon gubernur independen.
"Anggota sudah punya kartu tanda anggota. Domisilinya jelas dan tidak mungkin salah," terangnya.
Kapan realisasi kesepakatan mengusung calon independen itu?
"Kami akan segera merealisasikannya karena sebenarnya ini hanya membutuhkan kesepaktan antar PW saja," jelas dia.
Pembentukan PAM ini juga mengundang mantan Wagub Jateng, Rustriningsih, sebagai pembicara bersama mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu, Nur Hidayat Sardini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rustriningsih_20171004_203614.jpg)