TMMD Kendal Diisi Wawasan Kebangsaan Tentang Peristiwa G30S PKI
"Begitu juga dengan Pancasila, tidak ada kaitannya dengan dogma atau doktrin agama, " ujarnya, Rabu (4/10/2017).
Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, pelaksanaan TNI manunggal Membangun Desa ( TMMD) Reguler ke-100 tahun 2017, Kodim Kendal, di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, juga menggelar beragam penyuluhan pada warga satu di antaranya yaitu wawasan kebangsaan.
Kapten Caj Sudaryanto menyampaikan, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan penting diberikan warga mengingat sejarah bangsa tentang tragedi memilukan yang di lakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1965 yang bertujuan merubah pancasila dan UUD 1945.
"Jangan sampai tragedi itu terulang lagi, " ucapnya
Baca: Jelang Pilgub Jateng, Rustriningsih Didatangi Banyak Politisi, Bakal Nyalon?
Dia menegaskan bahwa UUD 1945, tidak akan menggantikan atau merubah kitab suci dari agama manapun, karena konteks berbeda jauh, dan mustahil akan bertabrakan.
"Begitu juga dengan Pancasila, tidak ada kaitannya dengan dogma atau doktrin agama, " ujarnya, Rabu (4/10/2017).
Baca: Sudah Kembalikan Mobil Dinas, Anggota DPRD Kendal Belum Terima Tunjangan Transportasi
Lebih jauh lagi, Ia menjelaskan bendera kebangsaan, bukan berarti menghormati selembar kain berwarna merah dan putih menjadikan seseorang menduakan Tuhan.
Begitu pula saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Ini membuktikan jatidiri sebagai warga negara Indonesia," tegasnya dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ttmd_20171005_155719.jpg)