Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

musim penghujan

Sudah Sering Hujan Deras di Kudus, Ini Beberapa Daerah Rawan Longsor dan Banjir

Akhir-akhir ini hujan mulai mengguyur Kabupaten Kudus. Namun, hal itu belum menjadi indikator mulai masuk musim penghujan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Akhir-akhir ini hujan mulai mengguyur Kabupaten Kudus. Namun, hal itu belum menjadi indikator mulai masuk musim penghujan.

Kepala BPBD Kudus, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan awal musim hujan di Kabupaten Kudus diperkirakan mulai akhir Oktober atau awal November 2017.

"Kalau dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Kudus akan masuk musim penghujan pada bulan Oktober dasarian ketiga atau bulan November dasarian pertama," kata Bergas kepada tribunjateng.com, Senin (9/10/2017).

Dia mengatakan, meski sudah beberapa kali terguyur hujan, menurutnya itu masih dalam tahap normal.

"Hujannya masih normal. Hujan sebentar, langsung reda," tambahnya.

Awal masuk musim pengujan, katanya, biasanya akan terjadi hujan yang dibarengi dengan angin kencang. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada.

"Peralihan musim hujan ke kemarau atau musim kemarau ke hujan memang biasanya terjadi angin kencang. Hanya saja untuk wilayah mana saja sulit diprediksi," ujarnya.

Wilayah Kabupaten Kudus bagian selatan, katanya, menjadi kawasan yang rawan terjadi banjir. Di antaranya di wilayah Kecamatan Undaan, Jekulo, Mejobo, Jati, dan sebagian wilayah Kaliwungu. Beberapa wilayah tersebut merupakan daerah cekungan.

"Memang sejarahnya wilayah Kudus selatan dahulu kan daerah rendah dan bahkan lautan. Karena Pulau Jawa dan Gunung Muria semula terpisah. Jadi memang rendah kondisinya," kata Bergas, Senin (9/10/2017).

Untuk itu, katanya, dirinya akan mengimbau kepada stakeholder terkait di kecamatan melalui surat resmi yang akan diteruskan ke masing-masing desa. Surat tersebut berisi himbauan untuk menjaga saluran air agar tetap lancar.

"Saluran air, baik irigasi, anak sungai maupun sungai agar tidak tersendat akibat sampah. Setidaknya ancaman banjir bisa diantisipasi," katanya.

Selain banjir, tambahnya, tanah longsor juga mengancam saat musim hujan. Terutama di wilayah Kudus bagian utara atau lereng Gunung Muria. Di antaranya di wilayah Kecamatan Gebog dan Dawe.

"Karena di wilayah tersebut merupakan wilayah dengan kondisi perbukitan. Juga, tebing yang curam juga sangat rawan terjadi longsor. Dengan kondisi demikian, kami akan selalu siap dan menyiapkan segalanya. Di antaranya perlatan evakuasi dan persiapan tenaga relawan," katanya.

Selain dua bencana tersebut, saat peralihan musim kemarau ke musim hujan akan terjadi hujan yang dibarengi angin kencang. Untuk itu, katanya, kewaspadaan mutlak dibutuhkan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved