Usai Peristiwa G30S, Jenderal Ini Minta Ditembak Mati dengan Mata Terbuka. Kisahnya Berakhir Tragis

Luka itu didapat saat ia melindungi adiknya dari tombak waktu terjadi amuk massa

Usai Peristiwa G30S, Jenderal Ini Minta Ditembak Mati dengan Mata Terbuka. Kisahnya Berakhir Tragis
istimewa
Brigadir Jenderal Supardjo, salah satu petinggi militer yang terlibat Dewan Revolusi. 

TRIBUNJATENG.COM - Akibat peristiwa G30S, tekanan masyarakat juga dirasakan Sugiarto, putra ketiga Brigadir Jenderal Supardjo, salah satu petinggi militer yang terlibat Dewan Revolusi.

Ejekan dan cemoohan sempat jadi makanan sehari-hari selama kurang lebih setahun.

Satu bekas luka di punggung menjadi kenang-kenangan masa sulit itu.

Luka itu didapat saat ia melindungi adiknya dari tombak waktu terjadi amuk massa.

“Ah, tapi saya enggak mau cengeng cuma gara-gara itu,” kata Sugiarto yang enggan bercerita lebih lanjut.

Sikap tidak ingin meratapi nasib itulah yang selalu dibawa Sugiarto hingga kini.

Bahkan ketika kesulitan demi kesulitan terus menimpa keluarganya, sebagai anak yang sudah beranjak dewasa ia berusaha bertahan.

Semua karena ibunya, Triswati, yang selalu bersikap tabah menghadapi kenyataan ini.

“Terima semua ini sebagai takdir,” begitu selalu pesan janda Supardjo kepada anak-anaknya.

Sebagai istri tentara, ia sudah terbiasa hidup sendiri tanpa suami.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved