Breaking News:

Taruna Akpol Terbunuh

Di Persidangan, Rinox Mengaku Mendapatkan Kekerasan juga Sejak Taruna Tingkat Satu

Kali ini Rinox Lewi Wattimena, taruna tingkat tiga sebagai komandan suku Indonesia Timur, yang dimintai keterangan.

Editor: iswidodo
tribunjateng/tim
Kali ini Rinox Lewi Wattimena, taruna tingkat tiga sebagai komandan suku Indonesia Timur, yang dimintai keterangan di Persidangan PN Semarang, Selasa 10 Oktober 2017 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang di PN Semarang dugaan kasus penganiayaan taruna akpol masih berlangsung. Kali ini Rinox Lewi Wattimena, taruna tingkat tiga sebagai komandan suku Indonesia Timur, yang dimintai keterangan.

Pada saat memberikan kesaksiannya, Rinox mengaku dirinya juga pernah mendapatkan kekerasan sejak dia masih taruna tingkat satu.

Rinox mengaku diperintahkan oleh senior pada saat itu tingkat empat. Untuk mengawasi Junior atau adik tingkat di Taruna Akpol.

"Saya memerintahkan taruna tingkat dua Candra Anugrah, untuk mengumpulkan teman-teman datang ke gudang," tutur Rinox.

Ketika Ketua Majelis menanyakan mengenai kejadian pada hari itu, Rinox menjelaskan ada junior yang melakukan kesalahan dan terjadilah kekerasan itu.

"Pada waktu di gedung, melihat ada kesalahan yang dilakukan oleh junior. Lalu dilakukan pembinaan diberikan sikap-sikap taubat, dan mercing. Saya melihat pada saat itu dari keempat taruna ini yang memukul Muhammad Adam adalah Crishtian," jelasnya.

Rinox mengaku bahwa dia juga mendapatkan pemukulan atau pembinaan fisik dari mulai tingkat satu.

"Pihak Pengasuh dan Akpol memang tidak memperbolehkan kekerasan. Tapi sejak saya tingkat satu sudah mendapatkan kekerasan dari senior, bisa dibilang turun temurun. Tapi saya tidak pernah menurunkan ke junior saya, ketika ada yang menampar saya suruh hentikan," ungkapnya.

Setelah Crishtian melapor ke Pengasuh bahwa ada taruna yang pingsan, Rinox mengatakan, Pengasuh langsung datang dan melihat kondisi Muhammad Adam.

"Pada saat pengasuh datang melihat kondisi Muhammad Adam, lalu langsung membawa korban ke Rumah Sakit menggunakan mobil," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kegiatan yang dilakukan pada saat itu, Rinox menjawab menegur taruna yang melakukan tindakan berlebihan.

"Malam itu ada yang melakukan tindakan berlebihan dan saya tegur," katanya.

Penasehat Hukum bertanya kepada Rinox, apakah dia tidak menyuruh taruna tingkat dua untuk berhenti melakukan kegiatan pembinaan. Ia menjawab sudah memberikan perintah untuk menyudahi kegiatan tersebut.

"Ketika saya suruh berhenti melakukan kegiatan pembinaan itu, mereka sempat berhenti. Lalu tidak lama saya mendengar teriakan dari dalam, lalu saya langsung masuk ke dalam gudang," pungkasnya. (tribunjateng/tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved