BPBD Rilis 11 Kecamatan di Kendal yang Rawan Bencana
Kepala BPBD Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo mengungkapkan bencana banjir dan longsor masih menghantui kabupaten Kendal saat musim penghujan
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal merilis sebelas Kecamatan di Kabupaten Kendal rawan bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo mengungkapkan bencana banjir dan longsor masih menghantui kabupaten Kendal saat musim penghujan.
Sebelas kecamatan yang rawan longsor yakni Patebon, Kangkung, Rowosari, Kota Kendal, Gemuh, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Ngampel dan Weleri.
Sedangkan wilayah yang rawan banjir yakni Patebon, Kangkung, Rowosari, Kota Kendal, Gemuh, Brangsong Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Ngampel dan Weleri .
Pihaknya pun sudah mempersiapkan baik fisik maupun logistik jika terjadi bencana.
"Kami sudah mempersiapkan logistik yang cukup sampai Januari 2017 terlebih juga ada droping logistik juga dari provinsi, " terangnya, Rabu (11/10/2017).
Selain itu, juga ada dana tak terduga Bupati untuk bencana sebesar Rp 3, 5 miliar yang saat ini disimpan di Badan Keuangan Daerah.
"Dana tersebut digunakan saat ada bencana tidak terduga jadi tidak hanya logistik tapi juga bantuan uang namun juga butuh waktu sebab butuh proses di Bakeuda, " ungkapnya
Selain itu, pihaknya sudah memasang early warning system (IWS) di Desa Cening, Kecamatan Singorojo untuk mendeteksi jika terjadi longsor.
"Kami juga telah melatih relawan yang menjadi perpanjangan tangan BPBD yang ditempatkan di wilayaj yang rawan bencana, " tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-bpbd-kabupaten-kendal-sigit-sulistyo_20171011_154510.jpg)