Satu Jam setelah Makan Jajanan Milung, 12 Siswa di Purbalingga Muntah dan Merasa Pusing

12 siswa SD 1 Karangaren Purbalingga mengalami pusing, mual, dan muntah setelah menyantap milung saat jam istirahat sekolah.

Satu Jam setelah Makan Jajanan Milung, 12 Siswa di Purbalingga Muntah dan Merasa Pusing
KOMPAS.com/Iqbal Fahmi
Petugas medis dari Puskesmas Kutasari memeriksa kondisi siswa SDN 1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap jajanan mie gulung, Rabu (11/10/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sedikitnya 12 anak Sekolah Dasar 1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, diduga menjadi korban keracunan setelah menyantap jajanan mi gulung atau milung, Rabu (11/10/2017). Belasan siswa ini mengalami pusing, mual, dan muntah setelah menyantap milung saat jam istirahat sekolah, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Sekolah SDN 1 Karangaren, Asih Sugiarti mengatakan, para siswa mulai menunjukkan gejala pusing dan mual selang satu jam, yakni pada pukul 10.15 WIB. Melihat anak didiknya kesakitan, guru pengampu kelas pada saat itu juga langsung membawa siswa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Awalnya, ada tiga siswa yang mengeluh mual dan pusing di kelas. Tiga siswa ini terus muntah-muntah di koridor waktu mau dibawa ke UKS. Setelah itu, satu-persatu siswa di kelas lain juga mengalami gejala sama,” katanya.

(Baca: Koma Delapan Hari, Korban Keracunan Gaplek Dibawa Pulang dari Rumah Sakit)

Praktis, pada saat itu juga, kegiatan sekolah terhenti karena 12 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 mengalami gejala keracunan makanan. Sekolah kemudian menghubungi Puskesmas yang langsung menurunkan tim medis ke SDN 1 Karangaren.

Kepala Puskesmas Kutasari, Dhiah Faridha Arianty, mengungkapkan, pihaknya menduga gejala keracunan berasal dari milung. Ketika diwawancarai, ada satu anak yang belum makan apa pun sejak pagi. Dia hanya membeli milung kemudian mengalami muntah-muntah.

“Itu baru prediksi, kami belum berani memastikan karena untuk kepastiannya masih menunggu hasil cek sampel milung dari laboratorium,” katanya.

(Baca: Sepuluh Siswa SD Keracunan setelah Mengonsumsi Permen)

Dhiah menuturkan, tidak ada siswa SDN 1 Karangaren yang mengalami gejala parah. Setelah mendapatkan perawatan dari petugas Puskesman, para siswa diperbolehkan pulang.

Temuan siswa keracunan di SDN 1 Karangaren ini menimbulkan kekhawtiran tersendiri bagi Kapolsek Kutasari, Ajun Komisaris Bambang Sidik. Pasalnya, milung merupakan jajanan murah yang biasa dijual pedagang kaki lima (PKL) menggunakan gerobak di depan sekolah, saat jam istirahat.

Artinya, lanjut Bambang, ada kemungkinan, korban juga jatuh di sekolah lain yang disinggahi pedagang milung tersebut. Milung yang berbahan telur dan mi kuning, digulung menggunakan tusuk sate kemudian di goreng serta dicelupkan kedalam saos ini sangat digemari siswa.

“Kami masih mendalami kasus ini. Saat saya dan anggota mendatangi TKP, penjual milung itu sudah tidak ada di sekitar sekolah,” katanya.

(Baca: Puluhan Warga Purbalingga Diduga Keracunan dan Dirawat di Rumah Sakit Setelah Makan Ayam Bakar)

Dia mengimbau pihak sekolah di Kecamatan Kutasari memberi pesan kepada orangtua agar mengawasi kondisi anaknya di rumah jika mengalami gejala keracunan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melaporkan kepada petugas jika mendapati penjual milung yang dimaksud kembali ke sekolah. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Rabu (11/10/2017), dengan judul: Belasan Siswa SD Keracunan Setelah Makan "Milung"

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved