Galih Bikin Kopi Arabika Kalibening Banjarnegara yang Awalnya Tak Dikenal Jadi Kondang, Ini Kisahnya

Galih Febianto (29), pemuda asal Wanadadi Banjarnegara berhasil mengharumkan nama Kabupaten Banjarnegara di kancah nasional

Galih Bikin Kopi Arabika Kalibening Banjarnegara yang Awalnya Tak Dikenal Jadi Kondang, Ini Kisahnya
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Galih Febianto menyeduh Kopi Arabika Kalibening di kedai Serabine.co miliknya di Jalan Serulingmas, Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Galih Febianto (29), pemuda asal Wanadadi Banjarnegara berhasil mengharumkan nama Kabupaten Banjarnegara di kancah nasional.

Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu sukses memenangkan Festival Kopi Nusantara 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, 25-26 Agustus 2017 lalu.

Berkat usahanya, kopi Banjarnegara yang sebelumnya tak dikenal kini jadi lebih diperhitungkan di tingkat nasional.

"Tentu ini membanggakan, karena selama ini Banjarnegara tak terlihat di dunia kopi. Ini bisa mengangkat kopi Banjarnegara,"kata Galih Febianto di kedai Serabine.co miliknya di Jalan Serulingmas, Banjarnegara, Sabtu (14/10).

Kopi Arabika yang dipetik dari dataran tinggi Kalibening Banjarnegara terpilih jadi kopi Arabika terbaik setelah menyisihkan 9 kopi Arabika terbaik dari berbagai penjuru tanah air, yakni kopi Arabika Toraja, Samboga Bandung, Prigen Pasuruan, Kledung Temanggung, Ijen Raung Bondowoso, Flores Bajawa Ngada, Bumiaji Batu, Bowongso Wonosobo dan Bandung.

Kopi Arabika Kalibening unggul dari bermacam kategori yang dinilai oleh juri, antara lain aroma (fragrance), citarasa (flavor), kekentalan (body), keasaman (acidity), dan citarasa yang melekat di kerongkongan usai kopi diteguk (aftertaste).

Galih Febianto menyeduh Kopi Arabika Kalibening di kedai Serabine.co miliknya di Jalan Serulingmas, Banjarnegara.
Galih Febianto menyeduh Kopi Arabika Kalibening di kedai Serabine.co miliknya di Jalan Serulingmas, Banjarnegara. (Tribun Jateng/Khoirul Muzaki)

Selain kepentingan bisnis, motivasi Galih mengikuti ajang itu tentu saja untuk mengangkat kopi Banjarnegara agar lebih popular.

Selama ini, kata dia, kopi Banjarnegara tak begitu dikenal oleh para penikmat kopi di nusantara.

Awal ia menggeluti dunia kopi, tahun 2008, Galih justru jadi distributor kopi Bali. Saat itu, ia tak mengetahui di daerahnya ternyata melimpah produksi kopi.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved