Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dua Tugu di Bromo yang Diprotres Dibangun Pakai Dana Rp 60 Juta dari APBN

Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum mengambil sikap terkait banyaknya protes keberadaan dua tugu di Bromo.

Editor: rika irawati
Dok Masyarakat Fotografi Indonesia
Papan nama di lautan pasir Bromo dan di Bukit Teletubbies yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang diprotes Masyarakat Fotografi Indonesia dan Sahabat Bromo. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum mengambil sikap terkait banyaknya protes terhadap dua tugu nama yang baru dibangun di kaldera Gunung Bromo, Jawa Timur.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John F Kennedie, mengaku masih akan mempertimbangkan semua protes dan dukungan terhadap pembangunan tugu nama tersebut.

"Kami tampung dulu semua aspirasi. Karena ini banyak juga yang suka. Jadi, tidak semua tidak suka," katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/10/2017).

Selain itu, pihaknya akan menemui Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membahas semua sarana dan prasarana yang dibangun di kawasan Gunung Bromo, termasuk pembangunan dua tugu nama yang menuai protes dari sejumlah kalangan pecinta lingkungan dan fotografi.

"Selasa (17/10/2017) nanti, saya sudah dipanggil Pak Dirjen untuk ekspose di hadapan Pak Dirjen," ucapnya.

(Baca: Dinilai Merusak Keindahan, Tugu Papan Nama di Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies Bromo Diprotes)

Pada kesempatan itu pula, John mengaku akan membahas tindak lanjut dari banyaknya protes yang meminta tugu nama itu dibongkar. Sebab, tugu nama itu dibangun menggunakan APBN senilai kurang lebih Rp 60 juta.

Oleh karena itu, tugu nama yang sudah selesai dibangun itu tidak bisa serta merta dibongkar.

"Karena ini kan APBN. Nanti, keputusannya gimana. Kalau harus dibongkar acuannya gimana. Kalau saya ikut saja," tuturnya.

John pun menyesali banyaknya protes itu muncul setelah tugu nama itu selesai dibangun. Sebab, menurut dia, pembangunan tugu nama itu sudah dibahas bersama-sama sejak masih dalam tahap perencanaan.

"Di acara sambung rasa kan semua kumpul. Suku Tengger, ketua-ketuanya. Sahabat Bromo juga ada. Sudah kami ekspose untuk bangun itu. Mungkin sudut pandangnya berbeda, ada yang suka, ada yang tidak suka," ungkapnya.

Namun demikian, John menyebut, banyaknya protes itu untuk kebaikan kawasan Gunung Bromo sebagai destinasi wisata prioritas dan sebagai kawasan konservasi alam.

"Artinya banyak yang peduli terhadap Bromo," katanya.

Baru-baru ini muncul banyak protes terhadap dua tugu nama di kaldera Gunung Bromo yang baru selesai dibangun. Tugu nama itu dianggap merusak estetika kawasan Bromo sebagai kawasan wisata alam.

Dua tugu nama itu ada di lautan pasir dekat kawah Bromo. Pada tugu nama itu tertulis "The Sea of Sand Bromo Tengger Semeru".

Satu lagi di padang sabana Bukit Teletubbies dengan tulisan "Bukit Teletubbies Bromo Tengger Semeru". (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Sabtu (14/10/2017), dengan judul: Dibangun Pakai Dana APBN, Tugu Nama di Gunung Bromo Senilai Rp 60 Juta

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved