Gugatan Ditolak PTUN, Pedagang Pasar Kobong Dimita Segera Tempati Pasar Rejomulyo Baru

Gugatan pedagang Pasar Rejomulyo atau dikenal Pasar Kobong ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang ditolak.

Gugatan Ditolak PTUN, Pedagang Pasar Kobong Dimita Segera Tempati Pasar Rejomulyo Baru
tribunjateng/galih permadi
Puluhan pedagang Pasar Rejomulyo tampak sibuk memasang spanduk di jalan utama masuk pasar, Jumat (17/3/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gugatan pedagang Pasar Rejomulyo atau dikenal Pasar Kobong ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang ditolak. Terkait putusan ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, meminta pedagang segera menempati pasar Rejomulyo baru lantaran pasar lama segera dibongkar.

Fajar mengatakan menghormati proses hukum yang diajukan pedagang. Jika sudah putusan inkrah, pasar segera dibongkar.

“Aset Pasar Kobong jelas milik pemerintah. Pedagang tidak perlu bermanuver lagi, kasihan pedagang yang mau pindah. Kawasan Pasar Kobong akan dijadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ujarnya, Minggu (15/10/2017).

(Baca: Ada Intimidasi pada Pedagang yang Pro Relokasi ke Pasar Rejomulyo Baru? Begini Saran Hendi)

Sejumlah pedagang Pasar Kobong menolak dipindah ke Pasar Rejomulyo baru yang jaraknya hanya 50 meter dari lokasi lama. Mereka menilai, fasiltas pasar baru tidak layak dan memadai. Mereka pun mengajukan gugatan PTUN agar dilakukan pembatalan relokasi ke pasar baru.

Fajar mengatakan, dua hakim menyatakan menolak gugatan pedagang, sedangkan satu hakim menyarankan dalam melakukan relokasi pedagang, pemkot menunggu putusan PTUN yang lebih tinggi.

Selanjutnya, Fajar akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan PT PLN untuk mempersiapkan pembongkaran dan pemutusan listrik Pasar Kobong.

“Pembongkaran merupakan ranah BPKAD. Kami harapkan pedagang menyadari dan mendukung program pemerintah. Pasar Rejomulyo akan ramai jika didukung pedagang. Hargai proses pembangunan yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kabag Hukum Setda Kota Semarang, Abdul Haris membenarkan ditolaknya gugatan pedagang ke PTUN. Namun, pedagang melakukan banding terhadap putusan tersebut.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved