Peminat Bus Tingkat Wisata Si Kenang Membludak, Windy Rela Antri Sejak Pukul 04.00

Memasuki pekan ketiga, antrean warga untuk menaiki bus bernama Si Kenang tampak masih ramai.

TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Antrean warga menikmati bus Si Kenang Minggu (15/10) di halaman museum Mandala Bhakti pada pukul 06.00 WIB, Minggu (15/10/2017) 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Demam bus wisata tingkat kota Semarang menjangkiti di masyarakat Semarang.

Memasuki pekan ketiga, antrean warga untuk menaiki bus bernama Si Kenang tampak masih ramai.

Antrean untuk menukarkan kartu identitas dengan kartu penumpang mengular sampai lebih dari 100 meter di depan museum Mandala Bhakti meski matahari belum terang sinarnya.

Windi, warga jalan Hasanuddin perumahan Tanah Mas Semarang mengatakan sudah tiba mengantre sejak pukul 04.00 pagi.

Ia mendapat berada di antrian pertama.

Baca: Ini Dia 5 Pekerjaan yang Bisa Dilakukan Sambil Momong Anak di Rumah

Windi rela pagi-pagi mengantri demi dapat berjalan-jalan menikmati bus wisata bersama keluarganya.

" Subuh-subuh saya sudah dibangunkan anak untuk ngantre tiket, katanya anak saya ' bu, bangun bu! Antre tiket! '," ujar Windi lalu tertawa, Minggu (15/10).

Lanjutnya, ia yang sebelumnya pernah datang ke lokasi penukaran mendapatkan penjelasan dari petugas bahwa untuk dapat kebagian tiket harus datang waktu sehabis subuh.

Pemerintah kota menambah Bus Tingkat yang nantinya akan dipergunakan mengangkut wisatawan berkeliling kota, Rabu (15/8). Bus Tingkat yang bertuliskan
Pemerintah kota menambah Bus Tingkat yang nantinya akan dipergunakan mengangkut wisatawan berkeliling kota, Rabu (15/8). Bus Tingkat yang bertuliskan "Yuk muter-muter Semarang" ini baru di ujicoba pada Rabu 15 Agustus 2017 sebelum resmi dioperasikan. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Baca: Nyentrik! Begini Penampilan Istri Derby Romero Saat Pernikahan

Sama seperti halnya dengan Eva, meski rumahnya tak jauh dari lokasi pemberhentian bus, ia juga harus datang pagi-pagi demi kebagian kartu penumpang.

Ia menjelaskan pada akhir pekan seperti ini banyak orang yang tidak kebagian tempat untuk menikmati bus si kenang.

" Soalnya ini gratis, coba bayar seperti BRT tidak perlu antre dari pagi-pagi ini," tandasnya

Bahkan, ia membandingkan lebih baik menaiki BRT yang membayar untuk jalan-jalan ketimbang naik bus Tingkat yang gratis namun untuk menaikinya harus mengantre sepanjang itu.

" Tapi cuman nurutin anak. Anak dari kemarin minta untuk naik bus ini," ujar Eva. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved