Suka Durian Lokal? Datang Saja ke Darupono Kendal, Boleh Tukar jika Durian yang Didapat Tak Manis
Aroma wangi khas durian mulai tercium saat memasuki pinggiran Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Penulis: dini | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Aroma wangi khas durian mulai tercium saat memasuki pinggiran Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (15/10/2017).
Puluhan pedagang durian berjajar di sepanjang Jalan Darupono sampai Boja. Sementara calon pembeli, terlihat mencium wangi durian-durian tersebut untuk memastikan, durian pilihan mereka enak.
Amrozi, pedagang durian di Darupono, mengatakan, sudah banyak pembeli yang datang untuk membeli durian. Kebanyakan, mereka berasal dari luar kota, di antaranya, Semarang, Yogyakartan, bahkan Jakarta.
"Kebanyakan, yang datang adalah pelanggan," ujar Amrozi, pedagang durian.
(Baca: Akhirnya Terpecahkan, Misteri di Balik Bau dan Rasa Durian yang Sangat Tajam)
Setiap hari, Amrozi memetik 200-250 buah durian dari 55 kebun durian di Boja. Jika panen raya, durian yang dipetik bisa mencapai 1000 per hari. Amrozi yang juga pengepul itu membeli dan memetik durian dari kebun warga.
"Puncaknya, November sampai Desember. Kadang, satu pohon bisa menghasilkan 500 buah durian," imbuhnya.
Untuk harga, Amrozi mematok mulai Rp 10 ribu untuk durian biasa, Rp 20 ribu-Rp 35 ribu untuk durian istimewa, dan Rp 100 ribu untuk durian jumbo.
Dia menawarkan durian lokal, di antaranya, merica ketan, sukun, kukusan, umbokarno, juga petruk.
Yang istimewa dari layanan Amrozi, pembeli bisa menukar jika ternyata durian yang didapatkan tak manis.
"Jika musim panen raya, harganya bisa dua sampai tiga kali lipat," ungkapnya.
(Baca: Dingin-dingin Begini Cocoknya Santap Semangkuk Kolak Durian di Kopeng)
Amrozi menyarankan, pembeli tidak minum-minuman manis seusai makan durian agar tidak pusing dan leher menjadi tegang.
"Kebanyakan minum air putih yang ditaruh di kulit dalam durian agar tidak mabuk," sarannya.
Pembeli durian, Anik Winda, sengaja datang menikmati buah berduri di Kendal tersebut. Winda mengaku puas sebab buah durian lokal rasanya tidak kalah dari durian jenis lain.
"Meski penampilannya kurang menarik namun rasanya manis dan legit banget, mantap pokoknya, " ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/durian-boja-kendal_20171015_133928.jpg)