Didatangi Ganjar Pranowo, Kakek 85 Tahun Ini Bingung Cari Baju yang Pantas

Karena kesulitan keuangan, dia tak bisa apa-apa selain pasrah atas kondisi kediaman yang memprihatinkan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ganjar Pranowo berbincang dengan Mbah Sahlan di Dukuh Bendowangen, Desa Mayong Lor, Jepara, Senin (16/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Lawatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Jepara, Senin (16/10/2017), meninggalkan kesan mendalam bagi Sahlan (85).

Betapa tidak, rumah warga Dukuh Bendowangen RT 4 RW 3, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, ini termasuk yang dikunjungi oleh orang no 1 di Jateng itu.

Mbah Sahlan semula menghuni rumah yang tidak layak.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu atau gedheg dan atapnya bolong-bolong.

Beberapa bulan lalu, warga sekitar menghimpun dana swadaya untuk membangun rumah Sahlan.

Apa mau dikata, hasil patungan itu hanya bisa dipergunakan membuat tembok batu bata.

Adapun perbaikan atap dan lantai belum selesai karena kekurangan dana.

Kekurangan dana itu dimintakan ke Pemprov Jateng melalui program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

"Sekarang dana sudah turun dan rumah sedang diselesaikan. Saya senang karena kepedulian warga sangat bagus,” kata Ganjar seusai bertemu Sahlan.

Menurutnya, dana pembangunan RTLH yang hanya berjumlah Rp 10 juta itu memang hanya sebagai stimulan.

Seharusnya diimbangi kepedulian masyarakat sekitar.

Adapun Mbah Sahlan mengaku sempat tak percaya gubernur akan datang ke rumahnya.

Bahkan masuk dan mengobrol di kamarnya.

Dikunjungi Ganjar, Mbah Sahlan sempat bingung mencari baju yang akan dikenakan.

Dia khawatir bila pakaian yang dipakai tidak pantas.

“Saya hanya punya satu baju batik jelek ini dan sarung,” kata Sahlan yang berkopiah hitam ini.

Di rumah itu, dia tinggal bersama istri dan lima anaknya.

Karena kesulitan keuangan, dia tak bisa apa-apa selain pasrah atas kondisi kediaman yang memprihatinkan.

“Kalau hujan, ya, bocor semua. Bahkan dulu sudah mau ambruk. Tapi ya tidak bisa apa-apa karena kami orang tidak punya,” keluhnya.

Di Jepara, alokasi bantuan pembangunan RTLH tahun ini dari Pemkot Jateng mencapai 568 unit rumah.

Adapun di Jawa Tengah sebanyak 20.027 rumah.

Ganjar menjanjikan, tahun depan alokasi anggaran bantuan RTLH akan semakin naik dan jumlah penerima bertambah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved