KEREN, Dalam Dua Minggu Hampir Tiga Ribu Penumpang Naik Bus Wisata Tingkat

Hingga dua pekan ini, Si Kenang diserbu sebanyak 2.940 penumpang untuk berkesempatan berkeliling Kota Semarang secara gratis.

KEREN, Dalam Dua Minggu Hampir Tiga Ribu Penumpang Naik Bus Wisata Tingkat
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Bus Tingkat Wisata Semarang tiba SMA Negeri 1 Weleri, Senin (9/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antrean panjang penumpang bus wisata tingkat Si Kenang di Museum Mandala Bhakti mendapat perhatian Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hingga dua pekan ini, Si Kenang diserbu sebanyak 2.940 penumpang untuk berkesempatan berkeliling Kota Semarang secara gratis.

Jumlah penumpang tersebut pun belum termasuk penumpang yang naik tiga unit shuttle bus dengan kapasitas masing-masing 15 penumpang yang disediakan untuk melayani masyarakat ketika bus "Si Kenang" sudah penuh.

BUS TINGKAT - Antrean warga menikmati bus tingkat Si Kenang, Minggu (15/10) di halaman museum Mandala Bhakti pada pukul 06.00 WIB
BUS TINGKAT - Antrean warga menikmati bus tingkat Si Kenang, Minggu (15/10) di halaman museum Mandala Bhakti pada pukul 06.00 WIB (tribunjateng/dhian adi putranto)

Tak hanya masyarakat Kota Semarang, masyarakat dari luar Semarang pun tertarik menaiki bus tingkat yang diluncurkan pada 2 Oktober lalu.

Adanya fenomena tersebut menunjukkan bahwa Kota Semarang saat ini telah menjadi daya tarik pariwisata di Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, akan memperkuat sektor pariwisata.

"Sebagai kota industri, perdagangan dan jasa, saat ini kegiatan di Kota Semarang sudah bergeser dari manufacture industry ke tourism industry, setelah sebelumnya juga bergeser dari agriculture industry ke manufacture industry,” kata Hendi, Minggu (15/10).

Selain itu, pergeseran ke industri pariwisata terlihat dari jumlah hotel dan restoran yang meningkat tajam di Kota Semarang. Pada 2011, jumlah hotel di Kota Semarang 110, kini meningkat menjadi 301 hotel. Sedangkan jumlah kafe dan restoran pada 2011 mencapai 463 restoran, kini sudah meningkat tajam menjadi 825 kafe dan restoran.

"Maka dari itu arah pembangunan pariwisata kita saat ini sudah tidak lagi bicara tentang objek wisatanya saja, tetapi sudah meningkat pembahasannya ke kawasan‎ wisatanya,” ujarnya.

Salah satu contohnya, lanjut Hendi, upaya membangun kelurahan Kandri menjadi desa wisata bertaraf internasional. "Fokusnya bukan hanya pada mendorong Goa Kreo di sana sebagai daya tarik, tetapi harus lebih luas dengan mendorong kawasan wisatanya, yaitu Desa Kandri sebagai daya tarik, agar secara langsung dapat memberi dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," tandasnya‎.

Minggu (15/10), demam bus tingkat Semarang masih terjadi. Antrean untuk menukarkan Kartu identitas dengan kartu penumpang mengular sampai lebih dari 100 meter di depan museum Mandala Bhakti meski matahari belum terang sinarnya.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved