Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pastikan Pembangunan Bendungan Jragung Dimulai 2019

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembangunan Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang, masih dalam tahap desain.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pastikan Pembangunan Bendungan Jragung Dimulai 2019
Tribun Jateng/Suharno
Para pelajar melintasi Jembatan Sunut sepanjangan 80 meter dan memiliki lebar 1,5 meter, Kamis (6/4/2017). Jembatan dari Sungai Jragung ini menjadi satu-satunya akses dan menguhubungkan Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang ke Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembangunan Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang, masih dalam tahap desain.

Dia menjelaskan, tahun 2018, bendungan yang terletak di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, diharapkan rampung.

"Desain diharapkan selesai tahun 2018 dan pengerjaan dimulai 2019," kata Basuki, Senin (16/10/2017).

(Baca: Perbaikan Sistem Sungai Jragung Bakal Jadikan Ribuan Hektare Sawah di Demak Bebas Banjir)

Pembangunan Bendungan Jragung ini merupakan rencana dari pemerintah Joko Widodo yang membangun 49 bendungan baru di tanah air untuk mendukung program ketahanan air.

Bendungan Jragung dibangun untuk mengantisipasi banjir di wilayah Kabupaten Semarang serta Demak.

Banjir akibat luapan Sungai Jragung tersebut paling banyak dirasakan warga di Dusun Kedungglatik. Wilayah ini masuk daerah terisolasi di Desa Candirejo.

Kedungglatik berada di wilayah yang dikelilingi Sungai Jragung, Sungai Klampok, serta hutan milik Perhutani.

Kepala Desa Candirejo, Haryoto, mengungkapkan, populasi warga di Kedungglatik terus menyusut. Dari semula 125 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa, kini berkurang karena terjangan banjir Sungai Jragung.

(Baca: 3.600 Lembar Dinding Penahan Tanah Dipasang di Sungai Jragung-Cabean)

Rencana pembangunan Bendungan Jragung pun disambut gembira. "Warga senang sekali jika rencana tersebut direalisasikan karena setiap hujan, wilayah Kedungglatik terkena erosi sungai," kata Haryoto.

Haryoto mengaku sudah dua kali mengikuti sosialisasi yang diadakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Kantor Kecamatan Pringapus pada 2016.

"Saat itu, dijelaskan bahwa konstruksi pembangunan bendungan akan dilakukan pada tahun 2019," ujarnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved