Menhan bakal Konfirmasi Dokumen Kabel Diplomatik AS Tragedi 1965

Menhan bakal Konfirmasi Dokumen Kabel Diplomatik AS Tragedi 1965. Menurut dia, dokumen itu tak akan membuat keruh suasana di negeri ini.

Menhan bakal Konfirmasi Dokumen Kabel Diplomatik AS Tragedi 1965
youtube
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak tahu-menahu soal adanya dokumen kabel diplomatik Amerika Serikat soal tragedi 1965 yang dibuka ke publik.

Satu di antara poinnya mengungkap kerusuhan rasial dan adanya keterlibatan TNI Angkatan Darat saat melakukan perlawanan terhadap pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965.

Ryamizard mengaku saat kejadian tersebut terjadi dirinya masih kecil. "Nggak tahu. Saya masih kecil dulu," ujarnya.

Karena itulah mantan Pangkostrad ini mengaku akan segera menemui Menteri Pertahanan Amerika Serikat saat berkunjung ke Filipina pada 25 Oktober mendatang.

"Saya akan ketemu tanggal 25 dengan Menhan Amerika. Saya akan tanya ke dia," paparnya.

Ryamizard meyakini adanya informasi dokumen kabel diplomatik AS itu tidak akan berdampak kepada situasi di Indonesia. Menurut dia, dokumen itu tak akan membuat keruh suasana di negeri ini.

Kementerian Luar Negeri juga angkat bicara mengenai dibukanya sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat soal tragedi 1965. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir menyatakan, Pemerintah Indonesia masih perlu melakukan pengecekan dokumen yang dimaksud.

"Kami perlu melihat, mengecek, apakah dokumen itu tepat akurasinya dan akses informasinya tepat, dicek dulu, sebelum bisa disimpulkan sebenarnya yang terjadi pada masa itu," jelasnya.

Ia belum mengetahui detail dokumen yang dirilis beberapa media, merupakan laporan komunikasi Kedutaan Besar Amerika pada periode tragedi tersebut.

"Saya belum mengetahui detail dokumen. Itu bisa merupakan pandangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menjabat selama 1963-1965, jadi kita cek dulu," tukasnya.

Arrmanatha menegaskan, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya rekonsiliasi terkait tragedi 1965.

Adapun, dokumen kabel diplomatik Amerika Serikat terkait tragedi 1965 muncul ke publik. Dokumen itu dibuka oleh lembaga nonprofit National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan lembaga negara National Archives and Records Administration (NARA).

Laporan itu menguak sejumlah surat dari dan ke Amerika Serikat ketika pembantaian 1965 terjadi.

Sebanyak 39 dokumen dengan tebal 30.000 halaman tersebut merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia sejak 1964 hingga 1968. Isinya antara lain seputar pertikaian tentara dengan PKI, termasuk efek selanjutnya berupa pembantaian massal. (Tribunjateng/cetak/BBC/rin/why/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved