Usai Tenggak Ciu Bareng Pacar, Tim Elang Menyuruh Tia Berputar Mirip Penari Balet. Begini Jadinya
Tim Elang Polrestabes Semarang mengejar sepasang muda-mudi mengendarai motor di Jalan MGR Soegriyopranoto
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Elang Polrestabes Semarang mengejar sepasang muda-mudi mengendarai motor di Jalan MGR Soegriyopranoto, Kamis (19/10/2017) dini hari.
Sempat terjadi kejar-mengejar, lantaran pemotor itu meningkatkan kecepatan.
Dua sejoli pun diberhentikan personel Elang di jembatan Banjirkanal Barat (BKB).
Mereka bernama Tia (19) warga Kedungbatu dan Jovan Nino Irawan (17) warga Candirejo.
"Kalian tadi tunjuk-tunjuk polisi maksudnya apa? Mengejek? Dihentikan malah ngajak balapan, tak pakek helm, apa kepalanya sudah keras?" seru personel Elang.
Jovan pun menyangkal. Maksudnya menunjuk polisi bukan mengejek.
"Tadi saya nunjuk teman saya pak. Tidak mengejek," katanya.
"Temanmu siapa? Ini rombongan polisi semua. Ada temanmu di sini? Tunjuk lagi, yang mana temanmu," balas personel Elang.
Jovan hanya menunduk diam. Dia tak menunjuk siapa-siapa.
Polisi pun membina sepasang kekasih itu. Dijelaskan, pemotor wajib mengenakan helm serta membawa kelengkapan surat kendaraan.
"Kalian ini sudah ngebut, tanpa helm, SIM, dan STNK. Salah tidak? Motornya juga tak ada plat nomor," kata polisi diiringi anggukan Jovan.
Polisi juga menginterogasi Tia. Mereka mencurigai dua sejoli itu mabuk.
"Ya ampun kamu lagi, kamu lagi. Enggak kapok udah ketangkap Elang dua kali? Kamu mabuk?" tanya polisi kepada Tia.
Perempuan itu hanya senyam-senyum.
Tia mengaku, mereka usai pesta ciu di Taman Menteri Supeno, atau sering disebut Taman KB.
"Minum sambil ngoplo gak? Matamu sudah berair itu. Dites dulu ya, untuk memastikan," tanya polisi ke Tia.
Tes pertama, Tia harus melakukan gerakan putar, mirip penari balet. Polisi pun mencontohkan gerakan tersebut.
Dia pun berputar, lalu sempoyongan hampir terjatuh.
Saat bersamaan, salah satu personel Elang pun berteriak. Tujuannya mengageti perempuan itu.
Tia tampak kaget. Matanya terpejam. Lalu dia turut teriak.
"Nah mbledos (mabuk pil koplo) ini tandanya. Habis berapa butir tadi?" tanya polisi.
"Sumpah pak, tidak ngoplo. Cuma minum ciu di taman," balas Tia.
Sepasang kekasih itu pun diperbolehkan pulang. Sedangkan sepeda motornya disita tim Elang.
Kepala Tim Elang Polrestabes Semarang, AKP Nengah Suamba mengatakan sepeda motor itu disita lantaran tak ada STNK dan plat nomor.
"Nanti boleh diambil di Mapolrestabes Semarang. Syaratnya harus bawa STNK, plat nomor dan BPKB. Ini sekaligus memastikan motor itu bukan barang curian," terang Nengah ke Jovan.
Pengejaran bermula saat dua sejoli itu menggeber serta membleyer motor sambil menunjuk ke arah personel Elang.
Saat itu para personel sedang menindak dua pemotor yang melanggar lalulintas di sekitar Pasar Bulu.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-tim-elang-polrestabes-semarang-akp-nengah-suamba_20171019_143510.jpg)