Breaking News:

Keluh Kesah Pengusaha Rokok Skala Kecil Tentang Kenaikan Cukai Rokok

Pemerintah pusat akan menaikkan tarif cukai rokok per 1 Januari 2018 mendatang.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sejumlah pekerja sedang memroduksi rokok di pabrik rokok Kembang Arum, Kaliwungu, Jumat (20/10/2017) 


Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah pusat akan menaikkan tarif cukai rokok per 1 Januari 2018 mendatang.

Kenaikan tersebut dinilai bakal memicu tumbuhnya rokok ilegal.

Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Rokok Kecil (FKPRK) ,Agus Suparyanto mengatakan, kenaikan yang mencapai 10,04 persen tersebut sangat memberatkan pengusaha rokok skala kecil yang memroduksi sigaret kretek tangan (SKT).

Sebelum mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan cukai, katanya, pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal.

“Pertimbangannya yaitu penurunan pangsa rokok, jaringan semakin terbatas dan menurunnya daya beli,” kata Agus, Jumat (20/10/2017).

Baca: KETIKA Para Pedagang Asongan dan Kru Bus Terminal Kota Tegal Membuka Jendela Dunia

Ditambahkan Agus, dengan adanya kenaikan cukai dan tidak adanya penundaan pembelian cukai.

Sejumlah pekerja sedang memroduksi rokok di pabrik rokok Kembang Arum, Kaliwungu, Jumat (20/10/2017)
Sejumlah pekerja sedang memroduksi rokok di pabrik rokok Kembang Arum, Kaliwungu, Jumat (20/10/2017) (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI)

Hal itu akan semakin memberatkan pengusaha rokok, khususnya para pengusaha rokok kecil.

Apalagi bagi pengusaha rokok SKT, yang saat ini mulai ketinggalan dengan banyaknya produk rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) baik filter ataupun mild.

“Kalaupun menaikkan maksimal enam sampai tujuh persen. kenaikan tersebut pun masih dirasa berat,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved