KISAH Pedagang Kelontong Jadi Agen46 BNI Omzet Meningkat Tiap Bulan

KISAH Pedagang Kelontong Jadi Agen46 BNI Omzet Meningkat terus. Dalam satu bulan, transaksi nontunai Rp 30 juta.

KISAH Pedagang Kelontong Jadi Agen46 BNI Omzet Meningkat Tiap Bulan
tribunjateng/m zainal arifin
Sardjono Agen46 BNI yaitu toko kelontong Paryati di Jomblangsari, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang meningkat terus omzetnya tiap bulan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai) sebagai kepanjangan tangan dalam melayani para nasabah melakukan transaksi perbankan maupun pembayaran apapun.

Satu diantara Agen46 BNI yaitu toko kelontong Paryati di Jomblangsari, RT 2 RW 1, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang.

Sardjono, suami Paryati, mengatakan, tokonya kian ramai usai menjadi Agen46 sejak Februari lalu. Dalam satu bulan, rata-rata pihaknya melayani transaksi nontunai sampai Rp 30 juta.

"Rata-rata omzet transaksi sampai Rp 30 juta per bulan. Pada Agustus lalu Rp 31 juta, September Rp 27 juta dan Oktober ini sampai pertengahan sudah tercapai Rp 18 juta," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/10/2017).

Jumlah tersebut diperoleh dari sekitar 400 nasabah yang melakukan transaksi di tokonya. Baik transaksi pembayaran maupun transaksi perbankan yaitu setor dan tarik tunai. Dari catatannya pada September lalu transaksi nontunai yang dilayaninya mencapai 407 transaksi.

"Transaksi meningkat terus dari bulan ke bulan. Dari Maret lalu sebanyak 104 transaksi, meningkat pada September menjadi 407 transaksi," katanya.

Ia menjelaskan, berbagai transaksi yang dilayani yaitu pembayaran langganan listrik, air PDAM, telepon, BPJS, langganan TV channel, pulsa dan lainnya. Kemudian untuk transaksi perbankan, yaitu pembukaan rekening BNI, transfer, setor tunai dan tarik tunai.

Ia mengungkapkan, dengan menjadi Agen46, memudahkan transaksi karena dilakukan secara digital. Selain itu, pihaknya tidak perlu repot menyiapkan uang pecahan untuk kembalian transaksi.

"Yang jelas sekarang saya terhindar dari uang palsu. Karena dulu pernah punya pengalaman ada yang bayar pakai uang palsu," ucapnya.

Keuntungan lain dengan menjadi BNI Agen46, lanjutnya, setiap bulan dirinya menerima fee dari semua transaksi nontunai. Setiap transaksi besaran feenya berbeda.

Ia mencatat, fee yang diterima sebesar Rp 274.489 dari 407 transaksi nontunai yang dilayaninya pada September lalu. Jumlah tersebut di luar keuntungan atau laba dari hasil jualan di tokonya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved