Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polres Brebes Biayai 28 Anak Putus Sekolah Dalam Gerakan Kembali Bersekolah

Jumlah tersebut terbagi dalam anak putus sekolah, anak tidak bersekolah, dan anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak putus sekolah, Jumat (20/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Brebes, mencatat ada puluhan ribu anak yang tidak mengenyam bangku sekolah di Kota Bawang.

Jumlah tersebut terbagi dalam anak putus sekolah, anak tidak bersekolah, dan anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya.

Polres Brebes ikut serta dalam Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang merupakan sebuah gerakan civil society di Brebes.

Tujuannya, mengupayakan pengembalian anak tidak sekolah ke sekolah.

Baca: Tepergok Telanjang Berdua di Kamar Mandi oleh Satpol PP, Sepasang Muda Mudi Buru-buru Lakukan Ini

Dengan Program Sethia, Polres Brebes mengangkat 28 anak asuh yang tidak bersekolah.

"Tahap pertama ini, kami akan memberikan pembiayaan kepada 28 anak asuh termasuk perlengkapan sekolah, seragam dan uang saku," kata Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, kegiatan itu merupakan perwujudan Comander Wish Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Baca: Duh, Diselamatkan Saat Terseret Ombak, Perempuan Ini Justru Marah-marah

Satu diantaranya yakni perubahan kultur Polri yang ditampilkan dengan sosok Polisi yang humanis. Selain itu, juga merupakan kepedulian bersama khususnya Polres Brebes dalam ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sugiarto mengharapkan nantinya jumlah anak asuh akan terus ditambah dan berkelanjutan, meskipun ada pergantian pimpinan. Pihaknya sudah berkomitmen untuk mendukung gerakan ini.

Baca: Besok, Rektor UKSW Lepas 917 Wisudawan di Gedung Balairung Universitas

"Nanti, uang sakunya jangan dibelikan untuk yang lain, apalagi dibelikan pulsa untuk ibunya,” kelakar Sugiarto.

Sementara, seorang anak putus sekolah, Fahmi, mengatakan senang setelah mendapatkan tas dan perlengkapan sekolah.

"Berjanji mau giat belajar dan kembali ke sekolah," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved