Begini Penjelasan Pemprov DKI Ikhwal Rombongan Gubernur Anies Terobos One Way di Puncak
Kepadatan di jalur Puncak pada akhir pekan memang kerap terjadi, ditambah dengan adanya beberapa titik perbaikan jalan.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta memberi penjelasan rinci terkait tudingan rombongan Gubernur DKI menerobos lalu lintas searah saat terjebak kemacetan di kawasan Puncak.
Rombongan Gubernur dan Wagub DKI serta jajaran Pemprov DKI jadi kambing hitam dalam kemacetan yang sempat mengular sepanjang 10 kilometer tersebut, Sabtu (21/10/2017) siang.
Anies-Sandi melewati jalur puncak lantaran menghadiri acara Korpri DKI di Agrowisata Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sepulang dari sana pemberitaan miring terjadi karena polisi memberi informasi rombongan Anies-Sandi menerobos one way.
Bahkan ada rombongan yang posisinya agak jauh dari rombongan Anies-Sandi terpaksa ditilang karena memperkeruh kemacetan di jalur puncak.
Juru Bicara Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Naufal Firman Yursak meluruskan yang sebenarnya terjadi.
Berikut penjelasannya :
1. Tidak benar adanya penilangan terhadap rangkaian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan
Perjalanan dari gerbang tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor.
Baik menuju ke Gunung Mas, hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat, rangkaian Gubernur masih dikawal oleh Dishub dan Kepolisian.
2. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan sudah bersurat kepada Pihak Kepolisian terkait kegiatan Tea Walk
Surat dengan nomor 5150/1.731-1 tertanggal 10 Oktober 2017 itu dibuat oleh Dinas Perhubungan dan ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan DKI, Andri Yansyah ditujukan kepada Kakorlantas Mabes Polri dengan perihal Permohonan Bantuan Perlintasan VVIP dan Pengaturan Lalu Lintas.
Tak hanya itu, surat tembusan ke Polres Bogor juga telah dikirim dan diterima pada tanggal 12 Oktober atas nama Nurdin (surat dan bukti tanda terima terlampir).
3. Rombongan Gubernur sepenuhnya dipandu petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif.
Rute ditentukan Patwal, termasuk saat melewati ruas jalan raya puncak sepanjang +/- 3 km menuju jalur alternatif, adalah mengikuti panduan Patwal Polres Bogor.
Rombongan kemudian turun melalui jalur alternatif (bukan melalui jalur utama yang berlaku one way) hingga ke Kota Bogor melalui jalur alternatif Tapos Ciawi.
Di bagian inilah terjadi miskomunikasi dari jajaran tim pengawalan.
4. Panitia kegiatan Soliditas dan Solidaritas Anggota Korpri Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi baik dengan pengelola kawasan dan kepolisian terkait rencana kegiatan
Kepadatan di jalur Puncak pada akhir pekan memang kerap terjadi, ditambah dengan adanya beberapa titik perbaikan jalan.
5. Pihak penyelenggara rangkaian acara Korpri Provinsi DKI Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan di jalur menuju Puncak atau sebaliknya.
Demikian informasi ini disampaikan.
Pemprov DKI berterima kasih atas koordinasi dan bantuan aparat Dishub dan Kepolisian Bogor dalam ikut mengawal rombongan Gubernur DKI.
Pemprov DKI Jakarta juga memohon maaf kepada masyarakat atas polemik yang ditimbulkan dari situasi ini.
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky melapor ke Kapolda Jawa Barat usai anggotanya melakukan serangkaian penilangan terhadap panitia acara Korpri DKI.
Acara itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dalam laporan yang dibuat Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, telah melakukan one way ke arah Puncak sejak pukul 07.30.
Tapi kemudian terjadi kepadatan di arus keluar-masuk Agrowisata Gunung Mas akibat aktivitas DKI 1 (Anies-Sandi) beserta jajaran Pemprov.
Polres Bogor memperkirakan acara di Gunung Mas dihadiri 15.000 masyarakat.
Akibatnya, jalur Puncak terkunci dengan simpul kemacetan di daerah Gunung Mas.
Dalam laporan itu juga disebut bahwa panitia kegiatan Pemprov DKI bersama Anies-Sandi di Gunungmas tak memberitahukannya ke satuan wilayah setempat.
Dilaporkan pula ke Kapolda Jabar bahwa sejak pagi banyak kendaraan dari arah Gunungmas melawan arah.
Sehingga petugs di beberapa kali melaksanakan penilangan dan peneguran.
Sebab, aksi melawan arah membuat proses one way terhambat.
Sejak dimulai pukul 07.30, one way ke arah puncak baru terbuka lebar pukul 09.30.
Padahal seharusnya pukul 08.00 sudah terbuka lebar.
Langkah-langkah yang dilakukan petugas kepolisian, antara lain :
1. Petugas kepolisian melakukan pengaturan arus di sepanjang jalur Puncak dengan jumlah personel sebanyak 150 orang
2. Melaksanakan penutupan arus lalin di pintu masuk Gunung Mas
3. Memberitahukan situasi arus lalin melalui medsos dan media mainstream
4. Memberitahu kepada panitia acara DKI Jakarta di Gunungmas untuk tetap tertib dan tidak melawan arus
5. Mengimbau kepada masyarakat agar bisa menggunakan jalur selain Puncak mengingat antrian dari Gadog, Simpang Puncak, memanjang kurang lebih hampir 10 Kilometer lebih mendekat interchange Bogor
6. Melaksanakan public address di sepanjang jalur Puncak untuk memberitahukan situasi Puncak terbaru
7. Dimohon masyarakat agar tertib berkendaraan dan mematuhi aturan berlalu lintas
Begitulah laporan yang disampaikan Kapolres Bogor ke Kapolda Jawa Barat terkait tersendatnya arus lalu lintas di jalur Puncak.
AKBP Andi Moch Dicky, mengatakan, pihaknya kini tengah berjuang keras mengatur one way dari bawah ke arah puncak.
"Sekitar jam 13.00, one way ke bawah kita mulai supaya yang terjebak di atas bisa turun ke bawah," kata Andi, Sabtu siang. (wartakota/theo yonathan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pasangan-gubernur-dan-wakil-gubernur-dki-jakarta_20171019_070529.jpg)