Viral di Medsos

MISTERI Kemunculan Busa Raksasa di Jepara masih Tunggu Hasil Laboratorium

Fenomena kemunculan busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Desa Kedung Leper, Bangsri Kabupaten Jepara masih diselidiki

MISTERI Kemunculan Busa Raksasa di Jepara masih Tunggu Hasil Laboratorium
tribunjateng/ist
Fenomena kemunculan busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Desa Kedung Leper, Bangsri Kabupaten Jepara masih diselidiki oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Fenomena kemunculan busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Desa Kedung Leper, Bangsri Kabupaten Jepara masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

AKBP Yudianto Adhi Nugroho Kapolres Jepara mengatakan, pihaknya teleah melakukan pengambilan sampel air di beberapa titik di sungai Kedung Wuluh untuk dilakukan uji laboratorium.

Fenomena kemunculan busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Desa Kedung Leper, Bangsri Kabupaten Jepara masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Fenomena kemunculan busa raksasa di Sungai Kedung Wuluh Desa Kedung Leper, Bangsri Kabupaten Jepara masih diselidiki oleh pihak kepolisian. (tribunjateng/ist)

“Kami juga telah memeriksa tiga saksi untuk mengetahui penyebab kemunculan busa raksasa,” kata Yudi, Senin (23/10/2017).

Sedangkan kandungan air sungai apakah tercemar atau tidak, masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Hasil uji laboratorium masih kita tunggu," tambahnya.

Sebelumnya, heboh di media sosial muncul busa raksasa. Busa sudah mulai menghilang sejak Sabtu (21/10/2017). Kemudian Minggu (22/10/2017) siang busa sudah hilang sepenuhnya.

Meski begitu air sungai masih belum jernih.

Kemunculan busa raksasa itu, lanjut Yudi, berasal dari sebuah truk yang baru dibeli dari wilayah Kabupaten Gresik.

Truk tersebut dipasrahkan kepada seorang warga Desa Bondo, Bangsri.

Rencananya truk tersebut untuk usaha pengolahan limbah PLTU.

“Truk tersebut sudah lama tidak terpakai dan ada bekas gamping. Lalu dicuci di sungai Kedung Wuluh hingga menghasilkan busa,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, truk tersebut merupakan bekas armada perusahaan pembersih layaknya sabun. “Kami masih menunggu hasil laboratorium,” jelasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved