Tak Biasanya Mbah Warkim Naik Bukit Hingga Berhari-hari, Saat Ditemukan Warga Kondisinya Begini
Warga memutuskan mencari Warkim dan berharap bisa membawanya pulang ke rumah dengan selamat.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS- Entah apa yang dicari Warkim (65) di bukit Ara-ara.
Ia sering menjelajahi bukit yang terletak di sebelah utara kampungnya, Grumbul Tegama desa Kalikesur Rt 4/3 kecamatan Kedungbanteng Banyumas.
Keluarga pun tak menaruh curiga saat kakek itu berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke bukit Ara-ara, Sabtu pagi (21/10/2017).
Namun, kepergian orang tua itu kali ini tak lazim.
Baca: Penggunaan E-Money di Tol Brebes Timur Mulai 29 Oktober
Ia tak kunjung kembali meski hari telah berganti.
Hingga ia dinyatakan hilang meninggalkan misteri.
Warga memutuskan mencari Warkim dan berharap bisa membawanya pulang ke rumah dengan selamat.
Baca: Duh, Susahnya Cari Data Usaha Besar di Kudus, Ada Saja Alasannya
Mereka dibantu Tagana, Babinsa, Babinkamtibmas, Banser, Pemuda Pancasila, untuk menemukan keberadaan orang tua itu.
Rute pencarian mengarah ke bukit Ara-ara dengan menyisir jalan yang mungkin dilalui Warkim untuk mencapai bukit itu.
"Pencarian kami fokuskan ke bukit Ara-ara karena dia pamitannya ke situ,"kata Komandan Taruna Siaga Bencana ( Tagana) Banyumas Adi Candra, Senin (23/10/2017).
Pencarian mereka menemui titik terang.
Baca: Bupati Pekalongan Janji Ambil Alih Kasus Dugaan Malpraktik Pada Bayi Adiyatma
Senin pukul 11 00 Wib, sesosok pria ditemukan terbujur kaku di ladang petani di perbatasan Desa Melung dan Desa Kalikesur, kawasan bukit Ara-ara.
Tidak ada bekas penganiayaan di tubuhnya.
Warga juga tak menemukan tanda-tanda pria itu bunuh diri.
Hanya tubuh Warkim tampak lebih kurus dari sebelumnya.
Baca: Ngeri, 20 Rumah Warga di Sipedang Banjarnegara Terancam Ambles Jika Tak Ditangani
Jenazah Warkim dibalut sarung dan jarit lalu ditandu dengan batang bambu menuju rumah di desa.
Adi mengatakan, Warkim diduga meninggal karena kelaparan atau kekurangan asupan nutrisi.
Ia diketahui pergi dari rumah hingga berhari-hari tanpa bekal makanan.
Baca: 25 Tahun Menunggu, Warga dan Siswa Jabungan Kini Punya Jembatan untuk Menyeberangi Sungai Kethekan
Tubuh Warkim yang kurus kering saat ditemukan menguatkan indikasi itu.
Ia juga meyakinkan orang tua itu tidak punya permasalahan keluarga.
Kepergiannya ke bukit Ara-ara sudah menjadi kebiasaan sehingga dimaklumi keluarga.
"Meskipun sudah tua usia 65 tahun, namun dia itu punya jiwa suka naik-naik ke bukit. Terbiasa naik bukit Ara-ara sehingga keluarga juga memaklumi,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bukit-ara-jenazah_20171023_183324.jpg)