PLN Jual Jasa Pemeliharaan Listrik Ke Kawasan Industri

Keberadaan sumber daya manusia pada bidang Operation dan ‎Maintenance (O&M) dinilai bisa menjadi peluang usaha baru bagi PT PLN (persero)

PLN Jual Jasa Pemeliharaan Listrik Ke Kawasan Industri
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Direktur Human Capital Management (DIRHCM) PT PLN (persero), Muhamad Ali (dua dari kiri), ‎didampingi ‎‎Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani (tiga dari kiri) melihat miniatur dari turbin PLTU, di ‎PLN Unit Pembangkitan, di Jalan Ronggowarsito, Semarang, Rabu (25/10/2017).‎ 

‎Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Keberadaan sumber daya manusia pada bidang Operation dan ‎Maintenance (O&M) dinilai bisa menjadi peluang ushaa baru bagi PT PLN (persero).

‎Hal itu disampaikan Direktur Human Capital Management (DIRHCM) PT PLN (persero), Muhamad Ali, saat kompetisi kompetensi O&M di ‎PLN Unit Pembangkitan, di Jalan Ronggowarsito, Semarang, Rabu (25/10/2017).

"Selain menyediakan listrik untuk kebutuhan masyarakat, jasa O&M ini juga bisa dijual untuk melayani permintaan IPP (Independent Power Producer)," ujar dia.

‎Menurutnya, saat ini banyak kawasan industri di Indonesia yang mengelola sumber energinya sendiri karena menawarkan harga listrik yang lebih murah.

Baca: Wow, Pemerintah Kota Semarang Biayai 150 Ribu Warganya Ikut BPJS Kesehatan

Namun, dia optimistis kemampuan SDM yang dimiliki PT PLN sudah dipercaya dalam mengatasi mesin pembangkitan.

"‎‎Kalau listriknya kita tidak bisa masuk ke sana (kawasan industri-red). Tetapi kita bisa menyediakan jasa pemeliharaannya," kata dia.

Ali mengatakan, kemampuan O&M ‎PLN tersebut terbukti dari kompetisi yang dilaksanakan selama 22-25 Oktober 2017, di Kota Semarang.

Baca: Hingga Awal Oktober, Bansos Perbaikan RTLH dari Pemprov Masih Jauh dari Target

Menurutnya ada tim O&M pembangkitan listrik yang selama lima tahun terakhir, tidak pernah mengalami gangguan.

"Apa saja yang dikerjakan, dan bagaimana caranya agar lima tahun tidak ‎ada gangguan akan membagikan solusinya kepada masing-masing tim," jelasnya.

Baca: Viral Video Polisi Bawa Pria Berdarah-darah Tapi Ditolak Rumah Sakit, Begini Kondisi Pasien Kini

Diketahui, gangguan yang ditolerir dari pembangkitan listrik tersebut berada maksima di angka 1 persen.

Kenyataannya PLN mampu mengelola dengan baik karena gangguan masih di bawah angka tersebut yakni 0,5 persen. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved