Breaking News:

Warga di Daerah-daerah Ini Harap Waspada, Pestisida Ilegal Telah Beredar

Bahan baku disita ada sekitar 23 ribu liter pestisida tersimpan dalam 117 drum, ini nantinya dikemas ulang

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
PESTISIDA - Polisi melihat puluhan drum berisi pestisida yang belum dikemas ulang di UD Arum Tani, Desa Kembangarum, Mranggen, Demak, Rabu (25/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dibongkarnya tempat produksi pestisida ilegal di Desa Kembangarum, Mranggen bermula dari laporan seorang petani yang menemukan adanya pestisida tanpa label.

Dari situ kemudian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng mengembangkan laporan dan melakukan penyitaan barang bukti.

Kasubdit 1 Indagsi (Industri Perdagangan dan investasi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egi Adrian Suez menjelaskan pestisida dikatakan ilegal lantaran tidak teraftar, ijin edar, hingga tidak tercantum label dan merek.

"Bahan baku yang kami sita ada sekitar 23 ribu liter pestisida yang masih tersimpan dalam 117 drum, ini nantinya dikemas ulang tanpa label," jelas AKBP Egi Adrian.

Ia menjelaskan kemasan ulang pestisida tersebut dijual mulai setengah, satu, lima, hingga 20 liter.

"Harganya bervariasi yang paling kecil Rp 23 ribu, hingga yang paling besar 20 liter Rp 840 ribu, omsetnya tiap bulan bisa sampai Rp 25 juta," bebernya

Pria berkemeja putih tersebut menambahkan dari keterangan pemilik yang sudah menjadi tersangka, S pestisida yang ia kemas ulang dijual di berbagai daerah mulai Boyolali, Semarang, Grobogan, Demak, dan Kendal.

Terpisah, salah satu kerua kelompok tani di Desa Ruwit, Kecamatan Wedung, Demak, Sobirin terkejut ada pestisida ilegal yang diproduksi di Demak.

"Terus terang baru tahu ini, karena petani di kelompok saya juga sudah tidak ada yang menggunakan pestisida kimia," bebernya.

Sobirin telah beralih ke pertanian organik sejak dua tahun lalu. Oleh karena itu pupuk dan pestisida yang ia gunakan beralih ke bahan-bahan organik yang bisa dibuat sendiri.

"Pestisida atau pupuk kimia memang praktis, namun sebenarnya jika mampu mengolah bahan organik sendiri bisa memangkas biaya produksi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved