EMOSI Lihat Anaknya Menangis Kalah Kelahi, Si Ayah Tendang Balita hingga Patah Kaki

EMOSI Lihat Anaknya Menangis Kalah Kelahi, Si Ayah Tendang Balita hingga Patah Kaki

EMOSI Lihat Anaknya Menangis Kalah Kelahi, Si Ayah Tendang Balita hingga Patah Kaki
tribunjateng/humas polres temanggung
Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti tunjukkan tersangka penganiayaan balita, Kamis 26 Oktober 2017 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Hari ini sesama balita kelahi nanti siang atau sore sudah baikan lagi. Tapi jangan sampai orangtua ikut-ikut memarahi atau membalas si anak tetangga ya. Karena balita nggak ada yang salah.

Sebut saja Tabiin (39) seorang ayah yang emosi lihat anaknya kalah dalam kelahi. Karena anak kandungnya menangis, si ayah ini pun emosi dan membalas menendang si balita teman main anaknya hingga patah kaki. Ujung-ujungnya dia harus berurusan dengan polisi.

Tabiin warga Kelurahan Purworejo Kabupaten Temanggung ditangkap polisi dalam kasus penganiayaan. Dia diduga emosi kemudian menendang Ar balita usia 3 tahun, tetangganya hingga patah kaki.

Pelaku penganiayaan balita ditangkap Polres Temanggung
Pelaku penganiayaan balita ditangkap Polres Temanggung (tribunjateng/humas polres temanggung)

Kejadian itu bermula ketika Ar (3) bermain dengan X anak kandung Tabiin, yang sebaya. Dua anak balita itu main pasir.

Entah belum jelas penyebabnya, tiba-tiba anak pelaku menangis.

Mendengar anaknya menangis, Tabiin kemudian berlari mendekat.

Pelaku melihat mereka sedang berkelahi. Posisi anak pelaku di bawah dan tertindih korban. Lokasi kejadian anak-anak main ini di halaman rumah pelaku.

Kemudian pelaku bergegas ambil anaknya dan segera menggendong.

Sebelum tinggalkan lokasi, pelaku menendang balita inisial Ar. Tendangan pertama tidak mengenai sasaran.

Lalu pelaku kembali menendang. Pada tendangan kedua ini mengenai kaki korban hingga kemudian korban terjatuh dan menangis, Selasa (24/10/2017).

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti, mengatakan, kejadian penganiayaan terjadi pada Selasa sore.

"Atas kejadian yang dialami Ar kemudian orangtua korban memeriksakan buah hatinya ke rumah sakit. Dan ternyata mengalami patah kaki. Tidak terima anaknya dianiaya, kemudian orangtua korban melapor ke polisi," kata Henny sebagaimana rilis kepada tribunjateng.com, Kamis (26/10/2017).

Menurut pengakuan Tabiin, dirinya jengkel saat melihat anaknya menangis. Karena tidak bisa mengontrol emosinya, lantas menendang kaki anak tetangganya itu. Rupanya tendangan itu membuat tulang kaki korban patah.

"Saya telah meminta maaf dan pihak kepolisian sudah memediasi, namun keluarga korban tetap meneruskan kasus. Saya terima saja," akunya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76 c Jo Pasal 80 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun, dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta. (tribunjateng/humas polres temanggung)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved