Jumadi Resah Seni Suara Jawa Makin Terkikis, Ini Alasannya
Apalagi dengan adanya Kurikulum 2013, pelajaran Seni Suara Jawa yang hanya sebagai muatan lokal di Kab Kendal
Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL- Derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi membuat kecintaan pada kesenian tradisional, khususnya seni macapat, menurun terutama pada anak-anak.
Hal tersebut disampaikan pemerhati Mocopat, Jumadi saat menjadi juri Lomba Mocopat SD tingkat Kabupaten Kendal, Kamis (26/10/2017)
Menurutnya, menurunnya kesenian jawa karena karena sudah jarang diajarkan sekolah-sekolah.
"Apalagi dengan adanya Kurikulum 2013, pelajaran Seni Suara Jawa yang hanya sebagai muatan lokal di Kabupaten Kendal, kini tidak lagi mendapat jam pelajaran khusus, " imbuhnya.
Baca: Jelang Penetapan UMK, Perwakilan Buruh Jepara Minta Nilai Rp 2,4 Juta
Dia mengungkapkan tidak semua sekolah terdapat ekstrakurikuler seni suara jawa sebab jarang ada guru yang juga pintar dan memiliki keahlian seni suara jawa
"Saya berharap agar ada pelatihan bagi guru-guru tentang Seni Suara Jawa yang nantinya ditugaskan untuk membina kesenian trasidional khususnya mocopat di sekolah, " sarannya.
Baca: Panin Dai-Ichi Life Luncurkan Medical Benefit Premier, Bisa Untuk Berobat ke Luar Negeri Lho
Sementara itu Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Menik Sismiati lomba kesenian tradisional yang terdiri dari lomba mocopat, geguritan dan tembang dolanan anak-anak merupakan agenda rutin tiap tahun yang bertujuan untuk nguri-nguri budaya Jawa.
"Kegiatan ini salah satu upaya kita untuk mengenalkan budaya seni suara jawa sejak dini sayangnya lomba ini hanya sampai tingkat kabupaten karena tidak ada lomba di tingkat provinsi, " ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lomba-macapat_20171026_173919.jpg)