Orangtua Terduga Teroris di Kendal Tidak Percaya Anaknya Terlibat Terorisme
Orangtua Terduga Teroris di Kendal Tidak Percaya Anaknya Terlibat Terorisme. "Selama delapan tahun dia ngajar di pondok tidak pernah pergi
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Rumah papan bercat hijau di RT 02 RW 01 Desa Trimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Kamis (25/10) kemarin, tampak sepi. Seorang wanita berjilbab yang tengah menggendong anak kecil mempersilakan wartawan, termasuk Tribun Jateng, masuk rumah itu melalui belakang.
Di belakang rumah itu terdapat bangunan baru, yang rencananya bakal ditinggali Muhammad Khoerudin (34), terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Selasa (24/10). Seorang laki-laki yang sedang mengaduk semen di dekat bangunan baru itu tiba-tiba berhenti, saat para wartawan masuk.
Kepada wartawan, Makmum, ayah Khoerudin, mengaku tidak percaya bahwa putra pertamanya terlibat jaringan teroris. Pasalnya, kata Makmum, Khoerudin tidak pernah keluar kota berhari-hari.
"Selama delapan tahun dia ngajar di pondok tidak pernah pergi ke mana-mana, apalagi berhari-hari," ujar Makmum.
Sehari sebelumnya, Rabu lalu, Densus 88 menangkap Khoerudin. Proses penangkapan terjadi, ketika Khoerudin tengah mengantar anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Paturen, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kendal. Pada hari yang sama, Densus 88 juga menangkap delapan terduga teroris lainnya di sejumlah daerah di Indonesia.
Sontak kabar tertangkapnya Khaerudin membuat keluarganya kaget. Makmum mendapat kabar dari menantunya bahwa Khoerudin ditangkap Densus 88 dan dibawa ke Jakarta.
"Anak dan istrinya dikembalikan di pondok, sedangkan Khoerudin dibawa ke Jakarta," ungkapnya
Tarwiyah, ibu Khoerudin, menambahkan, sampai saat ini belum satu pun pihak yang memberi kabar perihal penangkapan putranya. "Belum ada polisi yang datang beri tahu," paparnya.
Dia dan suaminya hanya bisa pasrah dan berharap ada kabar baik tentang anaknya. "Saya pasrah pada Allah Swt," ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ustaz Suparjo, teman Khoerudin, mengatakan, sudah tiga tahun mengenal suami Ardiyati Novia Setianingsih tersebut. "Dia orangnya banyak senyum, gaul, dan terbuka. Tentu kami kaget dengar kabar penangkapan Ustaz Choer (panggilan akrab Khoerudin--Red)," ujar Suparjo.
Dalam keseharian, kata dia, Khoerudin mengajar anak-anak Pondok Pesantren Salamatul Qolbi Kendal untuk hafalan Alquran. Selain mengajar, imbuhnya, Khoerudin juga berjualan sandal. "Dia memang pernah ke luar kota, tapi kulakan sandal," ujarnya
Dia bersama-sama staff lain sebenarnya ingin mempertanyakan status atau kesalahan temannya namun dia sadar itu tidak mungkin. "Kami ingin mempertanyakan, tapi tanya ke mana? Densus 88 kan tidak punya kantor," ungkapnya.
Suparjo menambahkan, dia akan menunggu perkembangan nasib Khoerudin. Jika nantinya Khoerudin ditahan di Mako Brimob, dia dan staf pengajar pesantren lainnya akan menengok.
Sementara itu, pemilik Pondok Pesantren Salamatul Qolbi, H Mastur Darori mengungkapkan, Khoerudin memang mengajar di pesantrennya. "Selain di pondok saya, dia juga mengajat di pondok-pondok lain," ujar Mastur, Rabu kemarin.
Menurutnya, Khoerudin sosok yang menyenangkan bukan orang yang tertutup dan ramah ke semua orang bahkan sering main futsal bersama teman-temannya. Dia menambahkan tidak ada gerak-gerik aneh yang diperlihatkan Khaerudin
"Sudah tiga tahun dia mengajar dan kesehariannya selain ngajar juga jualan sandal di Pasar Kendal," terangnya.
Dalam kesempatan terpisah, sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan, Densus 88 menangkap sembilan terduga teroris di empat wilayah. Kesembilan terduga teroris itu ditangkap di Sulawesi Selatan, Pekanbaru (Riau), Kendal dan Sukoharjo (Jawa Tengah), serta Ponorogo (Jawa Timur). "Selanjutnya akan dilakukan interogasi terhadap para terduga teroris," kata Rikwanto, Rabu lalu. (tribunjateng/cetak/dni/Tribun Network/fah/kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tempat-tinggal-muhammad-khoerudin-di-sukorejo_20171025_131010.jpg)