Masih 14.282 Orang di Kendal Buta Aksara, Bupati Mirna Bentuk Kampung Literasi

Masih 14.282 Orang di Kendal Buta Aksara, Bupati Mirna Bentuk Kampung Literasi di Dusun Santren, Desa Pagersari Kecamatan Patean.

Masih 14.282 Orang di Kendal Buta Aksara, Bupati Mirna Bentuk Kampung Literasi
TRIBUNJATENG/DINI
Bupati Kendal Mirna Annisa melaunching Kampung Literasi Dusun Santren, Desa Pagersari Kecamatan Patean, Jumat (27/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ratusan koleksi buku bacaan tertata rapi di rak yang berada di dalam rumah kayu yang terletak di pertengahan Dusun Santren, Desa Pagersari Kecamatan Patean.

Tidak hanya buku, pengunjung yang datang di rumah Baca Ceria tersebut juga bisa menimba ketrampilan. Pasalnya, tiap minggu ada kegiatan membuat alat - alat dari gerabah , cara beternak kelinci, dan berbagai ketrampilan lain.

Munawar, koordinator relawan rumah baca awalnya halaman ini hanya taman baca, kemudian mulai April 2017 dikembangkan menjadi rumah baca dan menjadikan kampung ini kampung literasi.

"Masyarakat sini sangat antusias dalam mendukung gerakan gemar membaca di rumah baca sehingga bisa tercipta kampung literasi," terangnya, Jumat (27/10/2017).

Kepala Bidang Keaksaraan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kastum mengatakan, kampung literasi merupakan sebuah program dari gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan hari ini

Tujuannya menumbuhkembangkan gemar membaca di masyarakat.

Menurut data kemendikbud, 14.282 orang ( 2,82 % ) masyarakat di Kabupaten Kendal masih buta aksara.

Kabupaten Kendal sendiri berada di urutan ke-14 dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah dalam peringkat buta aksara.

"Ini tugas yang sangat berat untuk dilakukan, saya harap kampung ini jadi embrio agar tercipta kampung literasi di desa-desa lain, "papar Kastum.

Bupati Kendal Mirna Annisa, meminta masyarakat Kabupaten Kendal mau berjuang untuk memerangi buta aksara.

Dia mengapresiasi dibentuknya Kampoeng Literasi sebagai salah satu cara untuk memerangi buta aksara di Kabupaten Kendal.

Menurutnya, literasi tidak hanya sekedar membaca dan menulis namun lebih dari itu berupa kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan atau ketrampilan.

Kemampuan literasi perlu ditumbuhkan "step by step" sehingga individu akan menguasai dan memahami dengan benar setiap skill atau kemampuan agar siap melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi," tegas Mirna. (*)

Penulis: dini
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved