Naik Becak dari Terminal Bakalan Krapyak ke Makam Sunan Kudus Harus Beli Tiket
Naik Becak dari Terminal Bakalan Krapyak ke Makam Sunan Kudus Harus Beli Tiket. Hal ini memberi kepastian kepada pengunjung
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUINJATENG.COM, KUDUS – Bagi pengguna jasa ojek becak yang hendak menuju makam Sunan Kudus dari terminal wisata Bakalan Krapyak kini mulai diberlakukan sistem tiketing.
Hal itu untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh oknum tukang becak dalam memberlakukan tarif.
Seorang tukang becak Sodikin (65) mengatakan, sistem tersebut dinilai mampu membuat wisatawan semakin nyaman dan tidak merasa tertipu.
Tarif yang disepakati yaitu untuk becak dengan dua penumpang dikenai biaya Rp 15 ribu. Sementara untuk ojek sepeda motor satu orang ditarif Rp 8 ribu.
“Jadi kalau pake tiket harganya sesuai dengan kesepakatan. Dan tidak ada oknum penarik becak yang nakal menarik di atas tarif yang disepakati,” kata Sodikin, Jumat (27/10/2017).
Pemberlakuan sistem tiketing tersebut, katanya, sudah berjalan dua hari ini. Adapun mekanisme dalam pemeberlakuan tiket tersebut yaitu bagi wisatawan yang hendak menggunakan jasa tukang becak untuk diantar ke area makam Sunan Kudus terlebih dahulu harus membeli tiket di loket yang telah tersedia di sudut terminal.
“Kalau sudah beli nanti langsung memilih tukang becak untuk diminta mengantar. Setelah sampai tiket tersebut diberikan kepada tukang becak yang mengantar. Baru tukang becak menukar tiket tersebut ke loket untuk mendapatkan uang yang telah dibayarkan oleh penumpang,” jelasnya.
Senada dengan Sodikin, Narno (54) tukang becak lainnya mengaku sistem tersebut berimbas bagi kepercayaan calon penumpang yang akan memilih moda transportasi darat berupa becak.
“Jadi oknum tukang becak nakal untuk menarik tarif di atas yang telah ditentukan sudah tidak bisa,” katanya.
Seorang pengunjung asal Sidoarjo Ragil (45) mengatakan, pemberlakuan tiket tersebut membuat pengunjung tidak was-was. Pasalnya, para pengunjung sudah tahu tarif resmi yang telah ditentukan sebelumnya.
“Tidak ada lagi tarikan di atas tarif yang ditentukan. Kalau tidak pakai tiket, bisa jadi disuruh nambahi ongkos denga alasan rutenya terlalu jauh kan peziarah tertipu,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tukang-becak-di-terminal-bakalan-krapyak-kudus-tunjukkan-tiket_20171027_152618.jpg)