Breaking News:

Khalimi, Warga Tegal yang Hilang saat Pabrik Mercon di Tangerang Meledak, Baru Bekerja 11 Hari

"Saya melarang karena berbahaya, berhubungan dengan mercon," kata Muanah saat ditemui di rumahnya.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
tribun jateng/mamdukh adi priyanto
Muanah (37), kakak kangdung korban hilang dalam ledakan pabrik mercon di Tangerang asal Kabupaten Tegal, Khalimi, menunjukkan ijazah sang adik. Khalimi (insert). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tiga warga Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, hilang saat terjadi ledakan di pabrik mercon di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017). Mereka merupakan pekerja di pabrik tersebut.

Tiga orang yang hilang itu yakni Khalimi, Muhammad Taenari, dan Yusli.

Muanah (37), kakak kandung Khalimi, menuturkan, dia sempat melarang sang adik bekerja di pabrik tersebut. Namun, Khalimi bersikeras bekerja di pabrik tersebut.

"Saya melarang karena berbahaya, berhubungan dengan mercon," kata Muanah saat ditemui di rumahnya di RT 004 RW 004 Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (28/10/2017).

(Baca: Jadi Korban Ledakan Pabrik Mercon di Tangerang, 3 Warga Tegal Hilang dan 4 Luka Bakar)

Di pabrik tersebut, Khalimi baru 11 hari berkejar. Dia digaji Rp 1,5 juta per bulan.

Menurut Muanah, awalnya, sang adik bekerja di pabrik otomotif di daerah Sunter, Jakarta Utara. Namun, setelah kontrak kerja yang dijalani selesai, dia bekerja serabutan.

"Kadang membantu temannya yang berjualan nasi goreng dan lainnya. Pokoknya, nggak tentu kerjanya," jelas Muanah.

Setelah itu, Khalimi diajak teman yang juga tetangga di kampung halaman, Tanzilal Umam, bekerja di pabrik mercon tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved