Breaking News:

musibah kebakaran

Bos Pabrik Petasan Itu Dijerat UU Ketenagakerjaan Gara-gara Usia Pekerja. . .

Polisi menemukan fakta bahwa ada pekerja di bawah umur pada pabrik petasan, PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten

Editor: iswidodo
WARTA KOTA/ALIJA BERLIAN FANI
Petugas terus mencari korban tewas di dalam pabrik petasan yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi menemukan fakta bahwa ada pekerja di bawah umur pada pabrik petasan, PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terbakar Kamis (26/10). Pekerja di bawah umur tersebut turut jadi korban tewas.

Informasi tentang pekerja anak disampaikan beberapa saksi kepada polisi. "Kami dapat keterangan dari beberapa saksi, mereka adalah Surnah, usia 14 tahun, yang meninggal dunia, Wawan 17 tahun, dan Siti Fatimah 15 tahun," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/10).

Lantaran mempekerjakan anak di bawah umur, pemilik pabrik, Indra Liyono, dan dijerat pasal 74 juncto pasal 183 Undang-Undang Ketenagakerjaan. "Sudah menjadi kewajiban seluruh perusahaan untuk melakukan pengecekan identitas terhadap para pekerja," kata Nico.

"Indra Liyono harusnya melaksanakan kewajiban itu. Dialah yang melakukan pengecekan terhadap identitas para pekerjanya, sehingga patut diduga bawah Indra Liyono memang melanggar pasal tersebut," imbuhnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menambahkan, para pekerja di bawah umur tersebut dipekerjakan di bagian pengemasan kembang api. "Mereka bertugas memasukan kembang api ke dalam kotak bermerek Sun," ujar Argo.

Nico juga mengatakan, pihaknya masih menelusuri jumlah korban pekerja di bawah umur di pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses. "Sejauh ini yang ketahuan baru tiga orang. Kami sedang kembangkan karena ada indikasi ada lebih banyak pekerja di bawah umur di sana," katanya.

Dalam kasus kebakaran di pabrik petasan, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Indra Liyono, Andri Hartanto (direktur operasional), dan Subarna Ega, selaku tukang las. Pasal yang dikenakan kepada mereka adalah Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Ancaman hukuman pada pasal ini di atas lima tahun penjara.

Khusus Indra, dia dikenai dua pasal yakni pasal ketenagakerjaan dan pasal kelalaian.

Pabrik mercon Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang, meledak pada pukul 09.00 WIB, Kamis lalu. Pihak pemadam yang mengerahkan 11 mobil baru tiba pukul 10.30 WIB.

Saat itu, kondisi gerbang terkunci. Untungnya, warga setempat sempat membobol tembok gudang untuk menyelamatkan para karyawan yang terjebak di dalam. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data sementara ada 103 pekerja yang berada dalam pabrik tersebut. Sebanyak 48 di antaranya ditemukan tewas. (tribunjateng/tribunnews/fah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved