Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha

Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha. Anak-anak desa serta remaja putus sekolah pun ...

Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha
tribunjateng/khoirul muzaki
Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha. Sanggar Darimu desa Bokol Kecamatan Kemangkon Purbalingga menjadi tempat salurkan bakat 

Mereka membuat gubuk-gubuk kecil dari bambu di persawahan sebagai tempat berkarya. Mereka mengajak anak-anak desa dan remaja putus sekolah untuk menyalurkan bakatnya sekaligus berkarya agar bisa menghasilkan uang.

Remaja putra lebih tertarik bermusik serta menggeluti seni rupa, mulai melukis hingga membuat ukiran atau memahat patung. Tak lama kemudian remaja putus sekolah di desa ini pun bisa menghasilkan karya kerajinan bambu atau handycraft yang laku dijual.

Sementara remaja putri lebih tertarik menekuni seni tari, sastra dan teater. Mereka sering tampil di perhelatan seni tingkat kabupaten. Penghargaan kategori penampilan terbaik pernah mereka sabet pada gelaran Purbalingga Art Festival 2014.

Selain berkesenian, mereka juga mengembangkan usaha kuliner. Beberapa gubuk bambu disulap jadi rumah makan ala persawahan dengan menu andalan olahan ayam kampung.

Di tempat ini, anak anak remaja lebih leluasa mengekspresikan imajinasi dan menelurkan karya. Keberadaan teman-teman yang memiliki minat sama membuatnya lebih mudah mengembangkan diri.

Dwi Nugroho, pemuda desa ini berhasil membumikan seni di pelosok desa.

Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha. Sanggar Darimu desa Bokol Kecamatan Kemangkon Purbalingga menjadi tempat salurkan bakat
Jangan Lihat Rambut Gimbalnya, Di Gubuk-Gubuk Sawah Ini Mereka Berkreasi dan Berwirausaha. Sanggar Darimu desa Bokol Kecamatan Kemangkon Purbalingga menjadi tempat salurkan bakat (tribunjateng/khoirul muzaki)

Atas prestasinya memotori para pemuda desa untuk berkarya, ia pernah dinobatkan sebagai Juara 1 Pemuda Pelopor Kategori Sosial Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada 2016. Di tahun yang sama, ia menyandang predikat Juara 2 Pemuda Pelopor Kategori Seni Budaya tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2016. Selamat ya Dwi dan teruslah berkarya memberdayakan anak-anak desa. (tribunjateng/khoirul muzaki)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved