Breaking News:

musibah kebakaran

TERUNGKAP, Ini Penyebab Kebakaran Pabrik Mercon yang Tewaskan 48 Orang

"Dari keterangan saksi-saksi, yang bersangkutan mengelas di atap di atas bahan kembang api yang ditumpuk sekitar 4.000 kg,"

Editor: iswidodo
kompas.com
Puluhan pegawai tewas akibat ledakan pabrik mercon di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10). Menurut data yang dilansir dari Polda Metro Jaya, jumlah korban tewas hingga kemarin petang tercatat 47 orang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan proses pengelasan atap menjadi penyebab kebakarakan pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10). Teknisi yang melakukan pengelasan tersebut diduga turut menjadi korban tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengelasan tersebut dilakukan oleh teknisi bernama Subarkah Ega Sanjaya. Pada saat Subarkah melakukan pengelasan, di bawahnya ada 4.000 kilogram bahan kembang api.

Argo menyatakan, polisi telah memintai keterangan 26 saksi. "Dari keterangan saksi-saksi, yang bersangkutan mengelas di atap di atas bahan kembang api yang ditumpuk sekitar 4.000 kg," kata Argo saat memberikan keterangan pers di RS Polri Said Sukanto, Jakarta, Sabtu (28/10).

Percikan api dari pengelasan mengenai bahan kembang api yang merupakan bahan yang mudah terbakar. "Labfor (Laboratorium Forensik) menyatakan penyebab kebakaran adalah percikan las," ungkap Argo.

Atas bukti-bukti tersebut, polisi telah menetapkan Subarkah Ega sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Status dan pasal yang sama juga disematkan kepada Indra Liyono, pemilik pabrik, dan Andri Hartanto, direktur operasional.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta menyatakan, ada dugaan Subarna Ega turut menjadi korban tewas. "Untuk tersangka Ega ini, kami belum mengetahui apakah dia termasuk dalam korban kebakaran. Sejauh ini, ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi di RS Polri," ujar Nico.

Nico menambahkan, jenazah Ega merupakan salah satu dari tiga jenazah yang belum teridentifikasi. Namun sebelum ada hasil identifikasi forensik, polisi menyatakan Ega merupakan buronan kepolisian. "Ega belum diketahui keberadaannya. Kami akan cari tahu orangtua Ega," katanya.

Said (30), korban selamat ledakan pabrik kembang api mengatakan, api mendadak menyala dan dalam skala besar. Said tidak melihat api kecil lalu membesar. Said mengaku, yang ia lihat hanyalan kobaran api yang sudah besar.

Said menyatakan, Kamis sekitar pukul 09.30 WIB, dirinya sedang bertugas mengemas kembang api kawat di bagian belakang kanan pabrik. Tiba-tiba Said melihat kobaran api besar di bagian penyimpanan bahan baku petasan yang ada di tengah pabrik.

"Saya lagi masukin kembang api, tiba-tiba ada bunyi wussss! Api langsung besar, nggak kecil dulu," kata Said di Tangerang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved