Dari Hobi, Agung Sukses Membuka KnK Kopi dan Menyuplai 75 Persen Kedai Kopi di Semarang

KnK Coffee diritisnya sejak empat tahun lalu. Awalnya, Agung membuka enam kedai kopi. Kemudian, suplai kopi dijadikan satu menjadi Knk Coffee.

Dari Hobi, Agung Sukses Membuka KnK Kopi dan Menyuplai 75 Persen Kedai Kopi di Semarang
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi belajar memproses kopi hingga siap saji didampingi Agung Kurniawan (kiri) dan barista di KnK Kopi, Jalan Dewi Sartikan No 5, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (30/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hobi jika ditekuni dapat bernilai ekonomi. Agung Kurniawan membuktikannya.

Berawal dari hobi minum kopi atau ngopi, Agung memberanikan diri membuka bisnis kedai kopi bernama KnK Coffee di Jalan Dewi Sartika No 5, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

KnK Coffee diritisnya sejak empat tahun lalu. Awalnya, Agung membuka enam kedai kopi. Kemudian, suplai kopi dijadikan satu menjadi Knk Coffee.

"Awalnya suka ngopi bareng teman-teman. Kemudian menyuplai original kopi bubuk dari berbagai daerah. Setelah itu, ganti suplai biji kopi yang sudah digoreng. Jadi, siap giling ketika ada permintaan," ujarnya, Senin (30/10).

(Baca: Dongkrak Semangat dengan Secangkir Kopi Saat Kerja)

Semakin berkembangnya bisnis kedai kopi, Agung ingin mengedukasi penikmat kopi. Akhirnya, ia membuka Knk Coffee yang menyediakan kopi disertai proses penyajiannya yang lebih detail. Mulai dari biji kopi, penggorengan (roasting), penyeduhan, hingga dinikmati.

"Saya dapat kopi langsung dari petani dan pengepul. Asal kopi ada sekitar 25 item dari Indonesia mulai Aceh hingga Papua. Misal Gayo, Kintamani, Papua, Temanggung, Gunung Kelir, dan Wonosobo. Paling sulit dicari dari Papua, selain transportasi juga musiman," ujarnya.

Usaha Agung semakin berkembang. Kini, ia menyuplai kopi roasting ke 75 persen kedai kopi di Kota Semarang. Agung juga membuka kedai kopi Lost in Coffe bagi penikmat kopi.

"Rasa kopi berpengaruh, mulai dari tanaman, paska panen, hingga penyeduhan. Kedai kopi ini kami siapkan untuk studio rasa, edukasi, dan pelatihan bagi yang ingin membuka kedai kopi. Kebanyakan suka dengan rasa yang light dan medium," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved