Saya Mengira Tak Bakalan Hidup Begitu Tertimpa Balok Beton Jalan Tol

Saya Mengira Tak Bakalan Hidup Begitu Tertimpa Balok Beton Jalan Tol. Saat kejadian, Sugiono ini sedang mengemudi mobil pikap. Ia mengaku hendak

Editor: iswidodo
surya
Konstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan ambruk pada Minggu (29/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, PASURUAN - Sugiono (49) warga Tanjungenim, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, hanya bisa meringis kesakitan. Pria yang terbaring lemah di Unit Gawat Darurat RSUD Bangil, Jawa Timur, tersebut merupakan korban runtuhnya kontruksi bangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Minggu (30/10).

Sugiono tercatat sebagai korban luka berat kecelakaan pembangunan konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan‑Probolinggo (Paspro), di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Sugiono tidak mengira bisa selamat dari insiden tersebut.

"Saya kira, saya tidak bakalan hidup lagi. Saya sudah pasrah," katanya.

Saat kejadian, Sugiono ini sedang mengemudi mobil pikap. Ia mengaku hendak mengambil barang. Saat tepat di bawah girder, ia kaget.

Kontruksi jembatan tol Pasuruan Probolinggo mendadak ambrol saat proses pemgerjaan di Desa Cukurgondang Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017).
Kontruksi jembatan tol Pasuruan Probolinggo mendadak ambrol saat proses pemgerjaan di Desa Cukurgondang Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017). (KOMPAS.com/Moh.Anas)

"Saya kayak kejatuhan bulan. Brakkk! Saya kaget. Saya lihat ke belakang ternyata sudah tertimpa girder itu," jelasnya.

Ia mengaku sempat bersyukur. Namun, setelah mengetahui posisinya terjepit bodi mobil, ia mulai pasrah. "Saya sudah pasrah. Saya pesimis bisa keluar dari situasi dan kondisi itu," paparnya.

Namun, ia mendapat banyak mendorong untuk keluar dari runtuhan girder. "Banyak yang support saya. Saya bersyukur sekali. Saya dibantu masyarakat setempat agar bisa keluar dari himpitan," ungkapnya.

Menurutnya, ia sempat tertahan di dalam pikap selama beberapa waktu. Dikatakannya, posisi saat itu sudah terjepit. "Saya bersyukur bisa selamat sampai saat ini. Tapi, jujur saya masih trauma kalau diminta mengingat‑ingat kejadian itu. Kaki kanan saya sekarang tidak bisa digerakkan, katanya sih patah," tambahnya.

==============Empat Girder Patah==============
* Pemasangan balok beton (girder) di Grati, panjang girder 50,80 meter, menggunakan dua crane masing‑masing berkapasitas 250 ton dan 150 ton
* Pemasangan dimulai hari Sabtu (28/10) dan menyelesaikan tiga girder
* Pada ketiga girder yang sudah dipasang dilakukan pemasangan bracing atau sambungan
* Hari Minggu (29/10) pekerjaan dilanjutkan pemasangan girder ke-4
* Saat girder ke‑4 sudah pada posisi dan akan dilakukan pemasangan bracing, girder ke‑4 ini patah mengenai tiga girder yang sudah terpasang sehingga empat girder patah semua
==========================================

Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.30, ketika para pekerja memasang girder atau balok beton di proyek tol Pasuran-Probolinggo, tepatnya pada kilometer 405 Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan. Saat proses pemasangan balok keempat, tiba-tiba balok itu patah dan menimpa tiga balok lain yang telah terpasang sebelumnya.

Seorang mekanik PT Waskita Karya, Heri Isnandar, tewas dalam insiden itu. Dua orang lainnya, yakni Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti, serta Sugiono, mengalami luka berat. Dua korban luka berat saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Purut, Kota Pasuruan.

Selain itu, reruntuhan bangunan juga menimpa sepeda motor Honda Supra Nopol N 5861 TJ, Honda Revo Nopol S 4691 TA, mobil pikap warna hitam, dan satu truk tronton atau dump truck. "Ada satu orang yang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka akibat kejadian ini," kata Kapolresta Pasuruan, AKBP Rizal Martomo.

Dari hasil penyelidikan sementara, diungkapnya, kejadian naas tersebut terjadi saat pemasangan balok untuk penyambungan dari tiang yang satu ke tiang yang lainnya. "Setelah satu balok yang dipasang itu selesai dilakukan, kemudian saat dilakukan pemasangan balok satunya lagi roboh dan menimpa pekerja yang ada di bawahnya," ujar Rizal.

Ia mengatakan saat ini pihaknya menghentikan sementara proses pengerjaan pemasangan balok jalan tol di lokasi tersebut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. "Termasuk, memeriksa sejumlah orang saksi di antara para pekerja untuk mengetahui kronologis terjadinya peristiwa ini," ujarnya.

Berkaitan dengan adanya penetapan tersangka, Rizal mengemukakan saat ini belum ditentukan karena masih harus menunggu keterangan dari tim forensik. "Kami masih menunggu tim forensik untuk melengkapi berkas perkara peristiwa ini, kemudian akan dilakukan langkah lanjutan seperti apa," katanya.

Jalan tol Pasuruan-Probolinggo yang sedang dikerjakan pembangunannya itu sepanjang 31,30 kilometer. Pembangunan melaiputi tiga sesi.

Sesi I melewati Grati‑Nguling sepanjang 8 kilometer. Sesi II, perbatasan Nguling, Pasuruan‑Sumberasih, Probolinggo, sepanjang 6 kilometer. Sesi III Sumberasih‑Leces sepanjang 17,30 kilometer.

Jalan tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektare dan atau sekitar 3.000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun, yakni Tongas, Probolinggo Barat, dan Leces. (Tribunjateng/cetak/Surya/lih/kps)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved