Dekanat FPIK Undip Semarang Datangi Kamar Mayat RSUP Kariadi, Tunggu Kedatangan Keluarga Besta

Mereka semua ingin melihat kondisi Besta Andika (23) yang meninggal karena kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
tribunjateng/yasmine aulia
Kecelakaan lalulintas terjadi di Banyumanik, Semarang pada Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 13.30 di Jalan Perintis Kemerdekaan, atau depan PT Foomaco. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pihak fakultas dan program studi mulai berdatangan ke kamar Mayat RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/11/2017).

Mereka semua ingin melihat kondisi Besta Andika (23) yang meninggal karena kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang.

Dari pantauan tribunjateng.com pada pukul 16.27 WIB, Wakil Dekan I FPIK Bidang Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Suradi Jayasaputra (57) sudah datang di depan kamar mayat

Wakil Dekan I, Dr Suradi Jayasaputra (kaca mata) saat berada di kamar mayat, kamis (2/11/2017).
Wakil Dekan I, Dr Suradi Jayasaputra (kaca mata) saat berada di kamar mayat, kamis (2/11/2017). (TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG)

Suradi ditemani kawan-kawan korban sefakultasnya.

Dalam hal ini, adik korban ternyata sedang krisis sehingga segara dilarikan ke IGD

Adik korban kini sudah di IGD RSUP Kariadi.

Indra Tri (23) yang merupakan kawan korban mengatakan, orang tua Besta sedang menuju RSUP Kariadi dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Orang tuanya menuju IGD, melihat kondisi adiknya dulu. Soalnya sedang krisis juga," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved