FESTIVAL SEMARANGAN

Penampilan Pemain Perkusi Berkostum Hitam-hitam Sita Perhatian Gebyar Semarangan

Penampilan Pemain Perkusi Berkostum Serba Hitam Sita Perhatian Gebyar Semarangan di lapangan Beji, Ungaran Timur, Minggu (5/11/2017) pagi

Penampilan Pemain Perkusi Berkostum Hitam-hitam Sita Perhatian Gebyar Semarangan
tribunjateng/amanda
Penampilan SSS Percussion pada Gebyar Semarangan di Lapangan Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada Minggu (5/11/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ribuan warga yang berkumpul di lapangan Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada Minggu (5/11/2017) pagi mendadak memalingkan wajah dari panggung.

Mereka tertarik pada tampilan sebaris muda-mudi yang mengenakan pakaian serba hitam dan udeng atau penghias kepala khas Bali. Mereka tampil di acara Gebyar Semarangan atau Festival Semarangan.

Sebaris pemuda tersebut memainkan drumblek.

Ribuan peserta ikuti Gebyar Semarangan di Lapangan Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada Minggu (5/11/2017) pagi.
Ribuan peserta ikuti Gebyar Semarangan di Lapangan Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada Minggu (5/11/2017) pagi. (tribunjateng/amanda)

Penampilan 40 pemuda membawa alat musik perkusi berupa balera, tamtam, kentongan bambu, middle (tong plastik) kecil, middle besar, tong besar bass, tong blek, dan dipimpin oleh empat orang mayoret.

"Kami dari SSS Percussion (baca: tripel es perkusyen) RW 10 Kampung Parakan Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang," ujar Dedi Saputra (27) selaku ketua kelompok SSS Percussion.

Penampilan pada Gebyar Semarangan yang merupakan penampilan ketiga mereka. Kelompok musik ini mulai berdiri sejak September 2017.

Diakui oleh Dedi, drumblek diharapkan menjadi wadah kreativitas anak muda untuk menyalurkan aktivitas dan jiwa seni mereka.

Pernyataan Dedi dikuatkan oleh Sutrisno (40), Ketua Karang Taruna Kelurahan Beji.

Menurutnya, gagasan awal pembentukan kelompok seni ini ialah mengonsep pemuda karang taruna membentuk integritas tinggi dan konsistensi.

Kegiatan ini juga bertujuan mengajak pemuda menyadari bahwa selama ini banyak hal yang tidak baik. Dapat menjadi wadah.

"Visi-misi kami ialah ntuk mendidik manusia berbudi luhur," ujarnya menegaskan. (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved