Breaking News:

Monumen di Banjarnegara Ini Kisahkan Perjuangan Pemuda saat Meoncoba Mengebom Tentara Belanda

Para pemuda pejuang dari wilayah perbatasan ini akhirnya mendapat paket ranjau berukuran jumbo dari pemerintah RIS.

TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Monumen trek bom di Desa Danaraja Purwanegara Banjarnegara, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA- Sebuah monumen berbentuk trek bom berdiri megah di sisi jalan raya Desa Danaraja, Purwanegara.

71 tahun silam, di tempat itu, sebuah bom jumbo yang ditanam para laskar pemuda pejuang berhasil menghancurkan serdadu Belanda.

Saat itu, Banjarnegara terbagi menjadi dua wilayah pemerintahan.

Baca: Pramono Anung: Presiden Jokowi Pakai Karpet Bekas untuk Dekorasi Tempat Resepsi Anaknya,

Batas Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Pemerintahan Kolonial Belanda adalah jembatan di desa Joho Kecamatan Bawang.

Pembagian wilayah kekuasaan ini pada akhirnya memicu perlawanan masyarakat daerah pendudukan Belanda untuk terlepas dari pendudukan Belanda.

Letkol Yasir Hadibroto yang memimpin keamanan di perbatasan waktu itu bertugas menghimpun laskar pemuda pejuang di daerah pendudukan.

Pemerintah RIS di Banjarnegara diam-diam rutin memasok perlengkapan perang ke markas Tentara Republik Indonesia (TRI) dan laskar pemuda pejuang di wilayah perbatasan RIS dan Belanda di Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara.

Akhir Desember 1946, laskar pemuda pejuang di Desa Danaraja merapat ke pemerintah RIS di Banjarnegara untuk mendiskusikan strategi perlawanan terhadap Belanda.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved