Dosen Al Azhar Mesir Sampaikan Alquran Menekankan Toleransi saat Seminar di Unwahas

“Alquran menekankan bahwa pentingnya toleransi dalam bermasyarakat," kata dosen Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Said Muhammad Ali Al Husaini.

Dosen Al Azhar Mesir Sampaikan Alquran Menekankan Toleransi saat Seminar di Unwahas
Istimewa
Dosen Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Said Muhammad Ali Al Husaini, dalam seminar internasional “Pendidikan Islam dalam Perspektif Al Qur’an dan Hadits” di Aula Unwahas, Semarang, Selasa (7/11/2017) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendidikan dalam perpektif Alquran adalah pendidikan Akhlaq.

Hal ini disampaikan dosen Universitas Al Azhar Mesir, Syaikh Said Muhammad Ali Al Husaini, dalam seminar internasional “Pendidikan Islam dalam Perspektif Al Qur’an dan Hadits” di Aula Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/11/2017) kemarin.

Dalam seminar yang diselenggarakan Fakultas Agama Islam Unwahas ini hadir pembicara lain yaitu Dekan FAI Unwahas, Nur Cholid, dan Direktur Aswaja Center, Syaifuddin.

Baca: Istri Ahok Juga Hadir di Pernikahan Anak Jokowi, Satu Hal Ini Buat Netizen Kagum

Said Muhammad Ali menyampaikan bahwa aspek terpenting pendidikan dalam Alquran adalah pendidikan akhlaq, dan menekankan pentingnya toleransi dalam bermasyarakat.

Di dalam masyarakat yang majemuk masyarakat harus dapat menerapkan pendidikan pada anak dengan keragamannya.

“Alquran menekankan bahwa pentingnya toleransi dalam bermasyarakat, hal ini terbukti bahwa dalam Alquran banyak memberikan contoh toleransi dalam pergaulan yang menjadi dasar dalam pendidikan karakter yang berbasis multikultur," katanya, seperti dalam rilis yang dikirim kepada Tribun Jateng, Rabu (8/11/2017).

Ia menuturkan, manusia menurut Alquran diberi anugrah berupa dua pontensi, yaitu akal dan jiwa.

Dengan akal, manusia akan memperoleh pengetahuan secara kognitif untuk memahami nikmat Allah, dan dengan jiwa, manusia akan mampu menyeleksi pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya.

“Alquran mengenalkan kepada manusia bahwa Allah menganugrahkan manusia dengan dua potensi: pertama, akal, dengan akal manusia berkesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara kognitif yang berguna untuk memahami nikmat Allah," ujar Said.

"Kedua, jiwa, dengan jiwa manusia akan mampu menyeleksi pengetahuan yang diperoleh agar dapat lebih bermanfaat bagi diri dan orang lain dalam kerangka mencari ridho Allah," lanjutnya.

Baca: Pelatih Persipura Jayapura U-19 Sindir Pelatih Timnas U-19, Usai Raih Gelar Juara Liga 1 U-19

Dekan FAI, Nur Cholid, dalam uraiannya menyampaikan bahwa manusia terlahir dalam keadaan tidak mempunyai pengetahuan, kemudia Allah memberkati manusia dalam penciptaannya dengan indra untuk mendapatkan pengetahuan dan menemukan potensi-potensi diri yang berujung pada kompetensi spiritual tertinggi yaitu rasa syukur.

Narasumber lain, Direktur Aswaja Center, M Syaifuddin menambahkan, pendidikan dalam Al-Quran bersifat komprehensif, dan sejatinya pendidikan dalam Islam adalah pendidikan yang mengedepankan kasih sayang (rahmah), yang bersifat anti bullying, anarkisme, dan terorisme. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved