Breaking News:

Ganggu Pembangunan Pasar, Pedagang di Sekitar Pasar Kanjengan Semarang Dirazia

Fajar Purwoto mengatakan, operasi yustisi pedagang dimaksudkan untuk mensterilkan area pembangunan Pasar Kanjengan.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Petugas melakukan operasi yustisi para pedagang yang berjualan di sekitar area pembangunan Pasar Kanjengan, Johar, Semarang, Rabu (8/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Satpol PP melakukan operasi yustisi para pedagang di sekitar area pembangunan Pasar Kanjengan, Johar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

Selain di lokasi tersebut, operasi yustisi juga ditujukan pada para pedagang yang berjualan di Jalan Pungkuran dan Jalan Beteng.

Baca: Ini 11 Pujian Warganet untuk Tim Elang saat Tangkap Begal, Nomor 7 Banyak yang Like

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, operasi yustisi pedagang dimaksudkan untuk mensterilkan area pembangunan Pasar Kanjengan dari pedagang yang berjualan di tepi jalan maupun di sekitar lokasi.

"Kenapa diyustisi? karena mereka mengganggu lalu lintas di lokasi pembangunan pasar. Mereka buka lapak di lokasi padahal pembangunan itu dikejar waktu. Kan setiap hari kendaraan berat lewat bawa material atau alat," kata Fajar.

Petugas melakukan operasi yustisi para pedagang yang berjualan di sekitar area pembangunan Pasar Kanjengan, Johar, Semarang, Rabu (8/11/2017).
Petugas melakukan operasi yustisi para pedagang yang berjualan di sekitar area pembangunan Pasar Kanjengan, Johar, Semarang, Rabu (8/11/2017). (TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN)

Dari yustisi yang dilakukan, terdapat 20 pedagang yang lapak jualannya disita dan diangkut petugas. Sedangkan untuk barang jualan, kata Fajar, dipersilakan untuk dibawa pulang pedagang.

Ia mengungkapkan, sebenarnya Dinas Perdagangan sudah memberikan kesempatan dan peringatan kepada pedagang jika diperbolehkan berjualan di bekas lokasi Pasar Kanjengan maksimal 5 November lalu.

"Kami sudah memperingatkan sebelumnya agar para pedagang menempati lapak sementara di area MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah)," ucapnya.

Baca: Manchester United Punya Kenangan Pahit di Dua Stadion yang Sudah Rata dengan Tanah Ini

Operasi yustisi ini akan intensif digelar minimal empat hari sekali untuk memastikan pedagang tidak kembali berjualan. Sehingga pembangunan pasar Kanjengan bisa berjalan sesuai jadwal.

"Proyek itu kan dijadwal 60 hari sehingga butuh kenyamanan agar cepat selesai. Lha, jika pedagang masih membandel dan kena operasi lagi, terpaksa seluruh barang dagangannya disita dan namanya akan kami coret dari daftar kepemilikan kios di Pasar Johar Baru nantinya," ancamnya.

Sementara operasi yang digelar di Jalan Pungkuran dan Beteng, lanjut Fajar, merupakan pedagang dari pasar Johar yang seharusnya menempati kios di pasar relokasi MAJT. Mereka beralasan jualannya sepi sehingga nekat membuka lapak di jalan tersebut.

"Kami operasi agar mereka kembali ke pasar relokasi. Kalau tidak, nanti bisa menjadikan iri pedagang lain yang bertahan di sana (pasar relokasi MAJT)," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved